Studi Komparasi Pemikiran Muhammad Fethullah Gülen dengan Abdurrahman Wahid tentang Pendidikan Multikultural
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keragaman yang ada yang mana keragaman itu tercermin dari berbagai macam kepercayaan, budaya, suku, bahasa dan lain sebagainya. Dalam keragaman harus disadari keberadaannya bagai pisau yang bermata dua baik di dunia masyarakat ataupun dalam dunia pendidikan itu sendiri. Dalam pendidikan multikultural, ia merupakan suatu alternatif pendidikan dalam era globalisasi. Tokoh yang inten dengan praktik kehidupan yang multikultural yaitu Muhammad Fethullah Gülen dan Abdurrahman Wahid. Melihat ide dari konsep pemikiran kedua tokoh tersebut, maka perlu diimplementasi dalam pendidikan multikultural yang mana dengan ada dan berlakukan pendekatan melalui konsep pendidikan multikultural kedua tokoh tersebut akan menemukan dan meminimaliris konflik yang ada khususnya terkait keragaman keyakinan, suku, dan lainnya. Penelitian ini, fokus mengkomparasi pemikiran antara dua tokoh yaitu Muhammad Fethullah Gülen dan Abdurrahman Wahid terkait pendidikan multikultural. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan jenis penelitian library research (kepustakaan). Sumber data dari penelitian ini dari buku-bulu primer Muhammad Fethullah Gülen dan Abdurrahman Wahid dan juga data penunjang lainnya berupa karya ilmiah yang diterbitkan (buku, jurnal, artikel) yang membahas tentang pemikiran Muhammad Fethullah Gülen dan Abdurrahman Wahid serta terkait pendidikan multikultural. Dengan tekhnik pengumpulan data menggunakan dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan konten analisis. Hasil penelitian menunjuukan bahwa konsep pendidikan multikultural dari pemikiran Fethullah Gülen yaitu berdasarkan konsep cinta, toleransi dan dialog, sedangkan konsep pendidikan multikultural Abdurrahman Wahid yaitu berdasarkan konsep pribumisasi, demokrasi serta kemanusiaan dan keadilan. Karakteristik pemikiran pendidikan multikultural mereka menitik beratkan pada nilai humanisme, dari pemikiran-pemikiran terkait konsep pendidikan multikultural mereka disimpulkan memang berbeda namun memiliki makna dan tujuan yang sama.
Collections
- Master of Islamic Studies [1824]
