Santri Bermedia Sosial di Era Post Truth dan Relevansinya dengan Nilai-Nilai Pendidikan Islam di Pondok Pesantren UII Yogyakarta
Abstract
Media sosial sekarang ini sudah memasuki era revolusi industri 4.0 di mana sistemnya bisa melakukan automasi atau kerja robot yang di-setting oleh manusia. Kemajuan teknologi informasi tersebut juga banyak memudahkan seseorang untuk melakukan kebohongan demi keuntungan pribadi atau lembaga penyedia, dan masih banyak lagi motif lainnya. Santri yang aktif bermedia sosial juga bukan tidak mungkin terpapar informasi yang masih bias kebenarannya, karena itu juga media sosial tidak terlepas dari kegiatan sehari-hari santri. Fokus penelitian ini ialah menanyakan bagaimana terjadinya perilaku post-truth pada santri, bagaimana langkah preventifnya dan relevansinya dengan nilai-nilai Pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yaitu penelitian yang dilakukan secara intensif, terperinci dan mendalam terhadap objek penelitiannya. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Keabsahan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan triangulasi sumber data. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah bahwa perilaku post-truth pada santri yaitu; menerima informasi yang sesuai pandangannya, sempitnya sudut pandang, filter bubble sebagai penyempurna bias informasi, lemahnya kemampuan literasi. Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencegah perilaku post-truth ialah dengan memanfaatkan forum-forum bersama yang disampaikan oleh pengasuh pesantren, ketua OSPP, ustad atau dosen dan santri itu sendiri. Dan perilaku post-truth tidak sesuai dengan nilai-nilai Pendidikan Islam bahkan bertentangan dengan semangat nilai-nilai Pendidikan Islam.
Collections
- Master of Islamic Studies [1824]
