Pengaruh Kebijakan Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi Terhadap Kompetensi Guru PAI Jenjang SD dalam Pengembangan Kuriukulum dan Evaluasi Pembelajaran di Kabupaten Kulon Progo
Abstract
Melihat sangat pentingnya pendidikan inklusi dewasa ini, serta selaras dengan cita-cita bangsa indonesia yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Singkatnya pendidikan untuk semua warga negara Indonesia tanpa terkecuali. Maka penelitian ini bertujuan untuk mencari seberapa besar pengaruh kebijakan sekolah penyelenggara pendidikan inklusi terhadap kompetensi guru PAI jenjang SD dalam pengembangan kurikulum dan evaluasi pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru PAI yang mengajar pada Sekolah Dasar penyelenggara pendidikan inklusi di Kabupaten Kulon Progo sebanyak 27 guru. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian non parametrik (distribution free), dikarenakan salah satu syarat dalam uji parametrik tidak terpenuhi yakni pada syarat jumlah populasi yang terlalu kecil, dapat diartikan bahwa penelitian ini bisa disebut sebagai penelitian populasi. Data yang diperoleh dari hasil angket akan dianalisis menggunakan uji korelasi Kendall-Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil uji korelasi dengan Uji Kendall-Tau nilai koefisien korelasi (correlation coeicient) antara variabel kebijakan dengan pengembangan kurikulum sebesar 0,358*. Maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh kebijakan sekolah penyelenggara pendidikan inklusi (SPPI) terhadap kompetensi guru PAI dalam pengembangan kurikulum adalah "signifikan, rendah, dan searah". (2) Nilai koefisien korelasi (correlation coeicient) antara variabel kebijakan dengan evaluasi. Pembelajaran sebesar 0,071. Maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh kebijakan sekolah penyelenggara pendidikan inklusi (SPPI) terhadap kompetensi guru PAI dalam evaluasi pembelajaran adalah "tidak signifikan".
Collections
- Master of Islamic Studies [1824]
