• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pemikiran Agus Sunyoto tentang Konsep Pendidikan Islam Wali Songo dalam Buku Atlas Wali Songo

    Thumbnail
    View/Open
    15913087.pdf (34.76Mb)
    Date
    2019
    Author
    Najib, Emha Hendra Ngainun
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latarbelakang penelitian ini adalah perlu adanya kajian-kajian penelitian mengenai Walisongo sebagai peletak batu pertama pendidikan Islam di Indonesia. Selain itu, belum banyak dikaji tentang pemikiran tokoh Agus Sunyoto sebagai tokoh yang serius meneliti Walisongo. Peneliti memberikan fokus penelitian yaitu pertama pemikiran Agus Sunyoto tentang Walisongo dan Pendidikan Islam, kedua Pemikiran Agus Sunyoto tentang konsep pendidikan Islam Walisongo dalam buku Atlas Walisongo. Penelitian ini merupakan penelitian kwalitatif studi pemikiran tokoh Agus Sunyoto dalam buku Atlas Walisongo dengan penggalian data studi dokumen, wawancara dan observasi terhadap tokoh. Kemudian penelitain ini menggunakan analisis domain dan disajikan secara deskriptif. Adapun konsepsi yang dihasilkan dari dua fokus penelitian adalah Pertama Agus sunyoto mempunyai pemikiran tentang walisongo yaitu Walisongo sebagai lembaga dakwah dengan 10 anggota tanpa Maulana Malik Ibrahim tetapi dimasukkan tokoh seperti Syeh Siti Jenar dan Raden Patah. Pemikiran Agus Sunyoto tentang pendidikan Islam adalah digagasnya Intuitiv learning sebagai kritik terhadap pendidikan modern. Kedua Agus Sunyoto mempunyai pemikiran tentang konsep pendidikan Islam Walisongo dengan membagi pendidikan Islam menjadi dua yaitu di kerajaan dan di masyarakat. Pendidikan Islam dikerajaan merupakan asimilisai dari pendidikan Hindu-Budha yaitu asimilasi lembaga padukuhan menjadi pesantren, asimilasi konsep wiku menjadi sunan dan asimilasi ajaran yamabrata menjadi materi khas pesantren. Sedangkan pendidikan di masyarakat dilakukan pula dengan mangubah konsep agama Kapitayan menjadi ajaran tauhid, konsep sanggar menjadi langgar dan pendidikan masyarakat terbuka dengan pendekatan budaya disertai pendidikan keterampilan masyarakat.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/61989
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1815]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV