Pemikiran Agus Sunyoto tentang Konsep Pendidikan Islam Wali Songo dalam Buku Atlas Wali Songo
Abstract
Latarbelakang penelitian ini adalah perlu adanya kajian-kajian penelitian mengenai Walisongo sebagai peletak batu pertama pendidikan Islam di Indonesia. Selain itu, belum banyak dikaji tentang pemikiran tokoh Agus Sunyoto sebagai tokoh yang serius meneliti Walisongo. Peneliti memberikan fokus penelitian yaitu pertama pemikiran Agus Sunyoto tentang Walisongo dan Pendidikan Islam, kedua Pemikiran Agus Sunyoto tentang konsep pendidikan Islam Walisongo dalam buku Atlas Walisongo. Penelitian ini merupakan penelitian kwalitatif studi pemikiran tokoh Agus Sunyoto dalam buku Atlas Walisongo dengan penggalian data studi dokumen, wawancara dan observasi terhadap tokoh. Kemudian penelitain ini menggunakan analisis domain dan disajikan secara deskriptif. Adapun konsepsi yang dihasilkan dari dua fokus penelitian adalah Pertama Agus sunyoto mempunyai pemikiran tentang walisongo yaitu Walisongo sebagai lembaga dakwah dengan 10 anggota tanpa Maulana Malik Ibrahim tetapi dimasukkan tokoh seperti Syeh Siti Jenar dan Raden Patah. Pemikiran Agus Sunyoto tentang pendidikan Islam adalah digagasnya Intuitiv learning sebagai kritik terhadap pendidikan modern. Kedua Agus Sunyoto mempunyai pemikiran tentang konsep pendidikan Islam Walisongo dengan membagi pendidikan Islam menjadi dua yaitu di kerajaan dan di masyarakat. Pendidikan Islam dikerajaan merupakan asimilisai dari pendidikan Hindu-Budha yaitu asimilasi lembaga padukuhan menjadi pesantren, asimilasi konsep wiku menjadi sunan dan asimilasi ajaran yamabrata menjadi materi khas pesantren. Sedangkan pendidikan di masyarakat dilakukan pula dengan mangubah konsep agama Kapitayan menjadi ajaran tauhid, konsep sanggar menjadi langgar dan pendidikan masyarakat terbuka dengan pendekatan budaya disertai pendidikan keterampilan masyarakat.
Collections
- Master of Islamic Studies [1815]
