| dc.description.abstract | Pasar tradisional di Indonesia saat ini mengalami penurunan minat kunjungan akibat persaingan dengan pasar modern
yang menawarkan kenyamanan, kelengkapan barang, dan fasilitas yang lebih baik. Salah satu pasar yang terdampak adalah
Pasar Raya Mandau di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, yang meskipun terletak strategis dan memiliki potensi
sebagai pusat perdagangan fashion, kini kurang diminati masyarakat. Tantangan utama pasar ini meliputi fasilitas yang
tidak memadai, persepsi negatif terhadap kondisi bangunan, serta kurangnya daya tarik bagi pengunjung. Perancangan ini
bertujuan merancang Pasar Raya Mandau dengan pendekatan creative placemaking, yaitu strategi perancangan yang
mengintegrasikan seni, budaya, dan partisipasi masyarakat untuk menciptakan ruang publik yang bermakna, inklusif, dan
mendukung ekonomi kreatif lokal. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, studi
literatur, serta analisis tipologi, lokasi, dan preseden desain. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan creative
placemaking dapat mengoptimalkan potensi Pasar Raya Mandau sebagai ruang ekonomi dan budaya yang hidup. Desain
menghadirkan ruang kreatif multifungsi, memperkuat identitas lokal dengan elemen arsitektur yang mengadaptasi motif
budaya Melayu Riau, dan meningkatkan kualitas interaksi sosial antar pengunjung serta pedagang. Dengan demikian, Pasar
Raya Mandau diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya yang berkelanjutan dengan suasana pasar
yang ramah, nyaman, dan berdaya guna. | en_US |