Evaluasi Kelayakan Geometri pada Ruas Jalan Boyolali–Magelang Km 22,9–Km 23,4 (Evaluation of Geometric Feasibility on the Boyolali–Magelang Road Section Km 22.7–Km 23.4)
Abstract
Jalan Boyolali-Magelang merupakan jalan provinsi yang menghubungkan antara kecamatan Selo dengan kota Boyolali. Jalan Boyolali-Magelang juga merupakan jalan utama yang digunakan menuju kota Magelang dan juga merupakan jalan yang menghubungkan ke berbagai tempat wisata dan tempat penambangan pasir dari kota Boyolali. Berdasarkan keterangan dari Kecamatan Selo dan Kepolisian Resor Kabupaten Boyolali, kecelakaan yang terjadi pada ruas jalan Boyolali-Magelang km 22,9 - km 23,4 berada pada tingkat yang cukup tinggi, yaitu lebih dari 30 kali kecelakaan terjadi pada ruas jalan tersebut dalam rentang waktu 2 bulan. Adanya evaluasi geometrik jalan ini, diharapkan dapat membantu dan memperbaiki kondisi geometrik jalan Boyolali-Magelang sekarang ini sehingga bisa mengurangi resiko kecelakaan yang terjadi. Pengambilan data dilakukan dengan pengamatan kondisi di lapangan. Pengambilan data terbagi menjadi data primer dan data sekunder. Data primer meliputi pengukuran lebar jalur, lebar bahu, waktu tempuh kendaraan, pengukuran trase jalan menggunakan theodolit, dan data harian lalulintas. Data sekunder yang digunakan adalah data kecelakaan dari polisi resor Boyolali dan kecamatan Selo. Setelah dilakukan pengambilan data, maka selanjutnya dilakukan evaluasi kelayakan geometri pada jalan Boyolali - Magelang km 22,9 km 23,4 berdasarkan pedoman dari Bina Marga 1997 dan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Setelah dilakukan evaluasi, kemudian dilakukan analisis terhadap kondisi existing jalan Boyolali - Magelang km 22,9 - 23,4 dengan menggunakan metode Bina Marga 1997. Berdasarkan analisis kondisi existing, kemudian dilakukan redesign apabila jalan tersebut tidak memenuhi standar Bina Marga 1997 dan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Jalan yang dievaluasi kelayakannya pada stasiun 22+ 900 sampai 23+400. Kondisi jalan banyak yang tidak memenuhi syarat, waktu tempuh kendaraan 30 km/jam. Alinyemen horisontal tipe tikungan s- c-s dan terdapat 6 tikungan. Kondisi jalan tersebut kurang memenuhi syarat pada ruang bebas samping, jari-jari, kecepatan kendaraan dan lengkung vertikal. Dengan alasan ini maka dilakukan alternatif desain sesuai pedoman. Terdapat 2 alternatif desain dengan alternatif 1 mempunyai hasil 5 tikungan tipe s-c-s dengan Rc 76 meter, 50 meter, 60 meter, 76 meter, dan 40 meter. Sedangkan alternatif 2 mempunyai 5 tikungan dengan Rc 50 meter, 50 meter, 76 meter, 30 meter, dan 40 meter.
Collections
- Civil Engineering [4758]
