Show simple item record

dc.contributor.authorPahlevi, Mohammad Reza
dc.date.accessioned2026-05-04T03:33:35Z
dc.date.available2026-05-04T03:33:35Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/61975
dc.description.abstractAlternatif pemilihan material dalam perancangan struktur salah satu contohnya adalah penggunaan baja yang dikompositkan dengan beton bertulang, atau lebih dikenal dengan istilah struktur komposit baja-beton. Penggunaan struktur komposit baja-beton dapat memperkecil penampang balok yang digunakan sehingga dapat menurunkan berat bangunan. Selain itu juga dapat meningkatkan kekakuan lantai bangunan sehingga periode getar bangunan akan lebih kecil. Hal ini akan menyebabkan gaya gempa yang diterima oleh struktur menjadi lebih kecil. Penggunaan struktur komposit baja-beton memiliki banyak keuntungan, Oleh karena itu peneliti mencoba untuk merencanakan ulang gedung Hotel Gedong Agung Yogyakarta menjadi struktur komposit baja- beton. Perencanaan ulang yang akan dilakukan meliputi perencanaan pelat komposit, balok anak komposit, balok induk, kolom komposits dan sambungan struktur. Serta juga membandingkan berat bangunan, periode bangunan dan simpangan antar lantai. Peraturan yang digunakan dalam perencanaan ulang ini yaitu SNI-03-1729-2015, SNI-03- 2847-2013, SNI 03-1727-2013 dan SNI-03-1726-2012. Perencanaan ulang ini menggunakan metode load resistance factor design (LRFD). Dalam desain struktur menggunakan bantuan program ETABS v15 dan dilakukan analisis secara manual. Hasil analisis Hotel Gedong Agung Yogyakarta setelah dilakukan desain ulang, memiliki kemampuan untuk mendukung beban-beban yang bekerja pada bangunan tersebut baik beban tekan, lentur maupun beban geser. Dari hasil analisis didapatkan berat struktur (W) eksisting sebesar 33301,309 KN setelah didesin ulang menjadi 25816,628 kN, berat struktur berkurang sebesar 7484,68 kN sehingga gaya-gaya yang bekerja (M, V dan P) menjadi lebih kecil dari struktur eksisting. Periode bangunan pada struktur komposit baja-beton alternatif 1 lebih kecil 30,90 % dibandingkan struktur eksisting (beton bertulang), dan alternatif 2 memiliki periode lebih kecil 39,57% dibandingkan struktur eksisting (beton bertulang). Pada simpangan antar lantai bangunan komposit baja-beton alternatif 1 dan 2 terjadi penurunanan atau perpindahan yang lebih kecil dibanding dengan bangunan eksisting.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectGedungen_US
dc.subjectBaja-betonen_US
dc.subjectKompositen_US
dc.subjectSimpangan antar lantaien_US
dc.titleStudi Komparasi Respon Struktur Hotel Gedong Agung Yogyakarta antara Komposit Baja-Beton dengan Beton Bertulang (Comparative Study of Structural Response of Gedong Agung Hotel Yogyakarta between Steel-Concrete Composite and Reinforced Concrete)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM12511252


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record