Benchmarking Algoritma Perencanaan Gerak Berbasis Sampling Pada Robot UR5 dengan Ros Moveit dan Gazebo
Abstract
Teknologi robotika telah berkembang pesat dengan lebih dari 2,7 juta robot industri
beroperasi hingga 2020. Robot manipulator pick-and-place menjadi komponen vital dalam
efisiensi manufaktur. Keberhasilan implementasinya tidak hanya bergantung pada perangkat
keras, tetapi juga algoritma perencanaan gerak (motion planning) yang merancang lintasan
optimal dengan mempertimbangkan kendala lingkungan dan keterbatasan mekanis. Pemilihan
algoritma yang tepat secara signifikan memengaruhi waktu penyelesaian tugas, konsumsi
energi, ketepatan navigasi, dan umur operasional robot.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap 19 algoritma
perencanaan gerak berbasis sampling yang tersedia dalam OMPL)\ pada robot manipulator
UR5 6 derajat kebebasan dalam konteks tugas penyortiran balok warna. Algoritma yang
dievaluasi mencakup SBL, EST, LBKPIECE, BKPIECE, KPIECE, RRT, RRTConnect, RRT*,
TRRT, PRM, PRM*, FMT, BFMT, PDST, STRIDE, BiTRRT, LBTRRT, ProjEST, dan
BiEST.
Metodologi penelitian mencakup perancangan model robot dan lingkungan simulasi
dirancang untuk meniru skenario penyortiran industri dengan tiga meja sortir berwarna dalam
jangkauan kerja robot. Data yang dikumpulkan mencakup delapan metrik performa: waktu
operasi rata-rata, total waktu, waktu tercepat, waktu terlambat, total Cartesian distance, total
joint distance, penggunaan memori minimum, dan maksimum. Setelah agregasi data,
dilakukan analisis koefisien variasi untuk mengidentifikasi metrik dengan daya diskriminasi
terbaik, dan normalisasi Min-Max untuk memungkinkan perbandingan objektif antar
algoritma.
Hasil penelitian menunjukkan temuan signifikan dalam beberapa dimensi performa.
PDST mencatat waktu tercepat, diikuti TRRT dan RRT. FMT menunjukkan konsistensi
tertinggi sekaligus efisiensi lintasan terbaik, memvalidasi jaminan teoretisnya.
Temuan kritis mengungkap degradasi performa sistematis algoritma bi-directional pada
lingkungan sederhana. BFMT menunjukkan penurunan drastis dibandingkan FMT, juga
algoritma dengan jaminan asymptotic optimality (RRT*, PRM*) menunjukkan trade-off tidak
menguntungkan.
Collections
- Informatics Engineering [2522]
