Penerapan Konsep Kontekstual dalam Perancangan Gedung Visitor Centre di Pesisir Waduk Cirata, Kawasan Jangari, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia sebagai Pusat Edukasi dan Wisata Berkelanjutan
Abstract
Kawasan pesisir Waduk Cirata di Jangari, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata air
sekaligus ruang edukasi berbasis lingkungan dan masyarakat. Namun, hingga saat ini kawasan tersebut masih didominasi oleh
aktivitas wisata yang bersifat rekreatif tanpa didukung fasilitas penerima dan edukasi yang terintegrasi, sehingga pengalaman
pengunjung dan nilai edukatif kawasan belum optimal. Perancangan Gedung Visitor Centre ini bertujuan untuk menghadirkan
sebuah pusat penerima, informasi, dan edukasi yang mampu menjembatani pengunjung dengan karakter alam, aktivitas
masyarakat, serta sistem ekologi Waduk Cirata secara berkelanjutan.
Pendekatan perancangan menggunakan konsep kontekstual, dengan menitikberatkan pada respon terhadap kondisi tapak pesisir
waduk, bentang alam perairan, iklim tropis, serta aktivitas sosial-ekonomi masyarakat setempat. Bangunan dirancang sebagai
elemen transisi antara kawasan luar dan area wisata utama, dengan penataan massa yang terbuka, orientasi visual ke arah
waduk, serta pengolahan ruang luar sebagai bagian integral dari pengalaman ruang. Elemen arsitektural seperti modul kolom
yang ritmis, struktur atap lebar, dan ruang-ruang terbuka dirancang untuk menciptakan kesan monumental namun tetap ramah
dan berskala manusia.
Aspek keberlanjutan diterapkan melalui pemilihan sistem struktur dan material, seperti penggunaan kayu CLT (Cross Laminated
Timber) sebagai material utama yang ramah lingkungan, serta sistem atap bitumen yang ringan dan adaptif terhadap iklim.
Strategi desain pasif, seperti penghawaan alami, pencahayaan alami, dan keterbukaan visual, dimanfaatkan untuk meningkatkan
kenyamanan termal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi buatan. Dengan demikian, Gedung Visitor Centre ini
diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas penunjang wisata, tetapi juga sebagai pusat edukasi lingkungan dan ruang
publik yang mampu memperkuat identitas kawasan Waduk Cirata sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
Collections
- Architecture [3988]
