| dc.description.abstract | Kurikulum merupakan komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh lembaga pendidikan. Penyempurnaan kurikulum yang berkelanjutan merupakan keharusan agar sistem pendidikan nasional selalu relevan dan kompetitif. Pada saat ini kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2013, kurikulum 2013 merupakan pengembangan kurikulum dari KBK 2004 dan KTSP 2006. Penelitian ini untuk mengetahui implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dan problematikanya sebagai penerapan kurikulum 2013 di MTs N Windusari Kabupaten Magelang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subyeknya adalah guru Sejarah Kebudayaan Islam. Instrumen yang digunakan adalah studi dokumentasi, observasi dan wawancara. Data yang dianalisiS adalah Permendikbud No.65, rencana pelaksanaan pembelajaran, proses pembelajaran dikelas, dan hasil wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam guru sudah menggunakan pendekatan saintifik pada proses pembelajaran yang meliputi mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengkomunikasi, proses menanya yang idealnya dilakukan oleh siswa secara langsung namun masih dibutuhkan stimulus dari guru. Model pendekatan saintifik ini apabila bisa diterapkan dalam proses pembelajaran mampu menjadikan guru sebagai fasilitator bagi peserta didik dan materi pembelajaran bisa diambilkan dari beberapa sumber. Problematika yang dihadapi dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dalam aturan Permendikbud No 65 tahun 2013 tentang standar proses, ada beberapa catatan seperti; pengelolaan kelas, proses menanya yang masih butuh stimulasi dari guru, peserta didik cenderung pasif, serta perlu segera dilengkapinya sarana dan prasarana sehingga pendekatan saintifik dalam kurikulum 2013 bisa dilaksanakan di MTs N Windusari kabupaten Magelang dengan baik | en_US |