| dc.description.abstract | Air tanah masih menjadi andalan utama untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Banyaknya masyarakat yang masih menggunakan air tanah sebagai sumber air bersih membuat kualitas air tanah perlu menjadi perhatian. Sebagian wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kualitas air tanah yang tidak layak untuk konsumsi sehingga masyarakat harus menggunakan air PDAM. Salah satu penyebabnya adalah tingginya kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air yang menyebabkan air berwarna kekuningan dan berbau. Air dengan kadar Fe dan Mn yang tinggi banyak dijumpai pada air tanah. Kedua unsur logam tersebut dapat membawa dampak negatif baik bagi kesehatan maupun lingkungan. Sampel yang diteliti adalah air tanah di sepanjang Sub DAS Code yang merupakan wilayah padat penghuni, sehingga permasalahan kualitas air sangat penting untuk mendukung kehidupan masyarakat. Parameter utama yang diteliti adalah kadar besi (Fe) dan mangan (Mn), sedangkan parameter tambahan yaitu derajat keasaman (pH), suhu, dan Total Dissolved Solid (TDS). Pengujian kadar besi dan mangan mengacu pada SNI 6989.4:2009 dan SNI 6989.5:2009 tentang Penentuan logam besi (Fe) dan (Mn) secara SSA nyala. Hasilnya, 3 dari 38 sampel memiliki kadar mangan melebihi baku mutu, sedangkan hanya 1 sampel dengan kadar besi melebihi baku mutu. | en_US |