Kebersyukuran dan Kualitas Kehidupan Kerja pada Guru
Abstract
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebersyukuran dan kualitas kehidupan kerja pada guru. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara kebersyukuran dan kualitas kehidupan kerja pada guru. Responden pada penelitian ini melibatkan 131 orang guru SMA (35 laki-laki dan 96 perempuan) pegawai negeri dan pegawai yayasan. Penelitian ini menggunakan skala kualitas kehidupan kerja yang dimodifikasi dari skala Attamimi (2016) yang disusun berdasarkan aspek-aspek kualitas kehidupan kerja yang dungkapkan oleh Zin (2004). Adapun skala kebersyukuran yang digunakan adalah Short Form Gratitude Resentment and Appreciation Test (GRAT) yang mengacu pada Watkins dkk (2003) yang kemudian diterjemahkan dan dimodifikasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi product moment pearson dengan bantuan program computer untuk analisis statistik yaitu SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 21.0 for Windows. Hasil analisis data koefisien korelasi antara kebersyukran dan kualitas kehidupan kerja adalah menunjukkan nilai r = 0.416 dan p = 0.000 (p < 0,01). Hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara kebersyukuran dan kualitas kehidupan kerja. Hubungan tersebut memiliki arah positif, yang berarti bahwa semakin tinggi skor kebersyukuran maka semakin pula tinggi skor kualitas kehidupan kerja.
Collections
- Psychology [243]
