• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Konsep Nusyüz dalam Kompilasi Hukum Islam Menurut Siti Musdah Mulia (Perspektif Kesetaraan Gender)

    Thumbnail
    View/Open
    20913020.pdf (6.069Mb)
    Date
    2022
    Author
    Sary, Bella Munita
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Konsep nusyuz dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 84 dipandang oleh sebagian ulama kontemporer bersifat diskriminatif terhadap kaum perempuan. Hal tersebut dikarenakan dalam pasal di atas, hanya melimpahkan hak dan kewajiban terhadap kaum perempuan saja. Yang mana apabila seorang istri tidak dapat melaksanakan kewajiban, maka berlaku hukum nusyüz, namun hal itu tidak berlaku sebaliknya bagi suami. Hal tersebut tentu saja memberitahukan ambivalensi dan ketidakadilan pada suatu hukum. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengkajian ulang terhadap pemahaman ajaran agama secara kontekstual termasuk konsep nusyuz khususnya dalam KHI menurut Siti Musdah Mulia dengan mengguankan perspektif kesetaraan gender. Adapun pertanyaan penelitian ini ialah; Pertama, bagaimana konsep kesetaraan dan keadilan gender menurut Siti Muslah Mulia. Kedua, bagaimana konsep nusyuz dalam kompilasi hukum Islam menurut Siti Musdah Mulia dengan menggunakan perspektif kesetaraan gender. Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan (liberary research) dengan menggunakan pendekatan yuridis-normatif. Adapun kesimpulan dari penelitian ini ialah Kompilasi Hukum Islam hanya menyebutkan nusyuz sebanyak enam kali dalam tiga pasal berbeda yakni dalam pasal 80, 84, 152. Persoalan nusyiz yang tertera dalam KHI menurut Musdah masih dinilai bias gender, karena dalam KHI hanya tertuang mengenai pengaturan nusyuz istri, sedangkan suami yang tidak dapat melakukan kewajibannya tidak tertuang dalam kompilasi hukum Islam tersebut. Pendekatan kesetaraan dan keadilan gender menurut Musdah bahwasanya penjiwaan terhadap makna tauhid tidak hanya membawa suatu kemaslahatan dan keselamatan secara individual, akan tetapi juga menciptakan tatanan masyarakat yang bermoral, santun, manusiawi, bebas dari diskriminasi, ketidakadilan, kezaliman, rasa takut, penindasan terhadap individu atau kelompok yang lebih kuat dan lain sebagainya.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/61876
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1637]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV