• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penerapan Etika Bisnis Islam Perspektif Al-Gazali di Kalangan Paguyuban Pedagang Kaki Lima Berjan

    Thumbnail
    View/Open
    15913190.pdf (4.896Mb)
    Date
    2020
    Author
    Taufiq, Rachmat
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Bisnis menjadi mcdia bagi manusia untuk mencari rahmat Allah swt berupa keuntungan. Islam sendiri tidak membatasi umatnya dalam mengumpulkan harta kekayaan. Diperbolehkan bagi umat Islam untuk menjadi seorang yang kaya raya bergelimpangan harta, asalkan dalam mengumpulkan harta tersebut sesuai dengan tuntunan Islam. Al-Gazali sebagai ulama muslim memiliki pendapat jika bisnis tidak boleh lepas dari etika. Dengan etika, bisnis akan jauh dari kecurangan yang tentunya merugikan banyak pihak. Dalam pemikiran Al-Gazali, etika bisnis Islam mencakup empat pemahaman, yaitu pemahaman tentang dunia merupakan ladang amal di akhirat, selalu menerapkan nilai-nilai kebaikan moral, mengutamakan kemashlahatan (kesejahteraan sosial) serta menjauhi riba. Penelitian ini akan mengangkat praktek jual beli para pedagang kaki lima (PKL) yang bergabung dalam paguyuban PKL Berjan. Paguyuban ini didirikan di lingkungan Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan sebagai solusi bersama karena lokasi jualan yang sempit. Pembeli kebanyakan adalah para santri baik putra maupun putri dan sebagian pengguna jalan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan ctika bisnis Islam perspektif Al-Gazali pada pedagang kaki lima (PKL) yang bergabung dalam paguyuban PKL Berjan. Penelitian ini menggunakan metode antropologi yaitu dengan memaparkan dan mendeskripsikan situasi dan kondisi masyarakat meliputi kondisi sosial dan keagamaan. Hasil dari penelitian ini memberi kesimpulan jika pedagang kaki lima (PKL) Berjan dilihat dari latar belakang berjualan di paguyuban terbagi menjadi tiga golongan, pertama pedagang yang berjualan karena mereka alumni pondok pesantren An-Nawawi dan ikhwan tariqoh Qodiriyah wa Nagsabandiyah. Kedua, para warga desa sekitar pondok pesantren An-Nawawi yang masih satu kecamatan. Ketiga, orang luar kecamatan dan luar daerah yang bergabung di paguyuban untuk ikut berdagang. Dari ketiga latar belakang tersebut secara garis besar sudah menerapkan etika bisnis Islam perspektif Al- Gazali. Akan tetapi untuk golongan kedua dan ketiga pemahaman akan etika bisnis Islam perspektif Al-Gazali masih kurang sempurna. Hal tersebut tergambar dengan cara mereka mencari tambahan modal ke bank-bank konvensional maupun bank pasar yang menerapkan praktek ribawi.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/61875
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1637]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV