| dc.description.abstract | Penelitian ini berlokasi pada jalan Tol Ngawi - Kertosono khususnya ruas Ngawi - Caruban seksi 3.1. STA 119 + 680. Jalan ini melintasi daerah lahan pertanian dengan jenis tanah berbutir halus berupa tanah lempung yang terendam air. Kondisi tanah seperti tersebut maka perlu dilakukan perbaikan tanah (soil improvement) untuk memperbaiki sifat-sifat tanah lunak agar mampu mendukung beban struktur jalan serta beban lalu lintas yang akan melewati jalan tersebut. Untuk desain struktur jalan tol Ngawi - Kertosono digunakan metode penggantian tanah lunak dan perkuatan tanah dengan menggunakan bahan geotekstil. Untuk meyakinkan apakah desain tersebut cukup aman atau tidak maka perlu dilakukan kajian atau analisis stabilitas struktur jalan berupa perbandingan faktor aman timbunan tanah tanpa dan dengan perkuatan geotekstil. Kondisi timbunan yang dianalisa adalah timbunan jalan di atas tanah lunak setebal 8 meter tanpa diperkuat geotekstil (tanah asli) dan timbunan jalan yang telah diperkuat geotekstil, menggunakan program bantu Plaxis Versi 8.2. Beban yang dikenakan pada tanah dasar pada tiap kondisi timbunan jalan adalah akibat tanah timbunan, perkerasan rigid, lalu lintas, serta beban gempa. Dari hasil perhitungan analisa stabilitas timbunan tanpa perkuatan geotekstil dengan menggunakan program Plaxis v.8.2 didapat faktor aman timbunan sebesar 0.9948 (akibat beban timbunan, beban kendaraan dan beban gempa). Faktor aman ini tidak memenuhi syarat yang ditetapkan yaitu 1.5, sehingga perlu diberikan suatu perkuatan tambahan pada timbunan agar kestabilan timbunan dapat tercapai. Hasil analisis stabilitas timbunan menggunakan program Plaxis v.8.2 dengan perkuatan geotekstil sebagai perkuatan tambahan didapat faktor aman timbunan sebesar 1.7196 (akibat beban timbunan, beban kendaraan dan beban gempa). Faktor aman ini memenuhi syarat yang ditetapkan yaitu 1.5. | en_US |