| dc.description.abstract | Yogyakarta merupakan kota dengan resiko gempa yang cukup tinggi di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan kejadian gempa yang melanda kotaYogyakarta pada tahun 2006 dengan kekuatan 5,5 SR. Gempa tersebut mengakibatkan bangunan-bangunan mengalami rusak parah bahkan sampai hancur total sehingga banyak menyebabkan korban meninggal dunia. Semenjak kejadian gempa tersebut, bangunan tahan gempa mulai menjadi prioritas utama bagi pemerintah dan masyarakat Yogyakarta dalam upaya mengurangi dampak dari gempa bumi. Selain itu juga sangat diperlukan mengetahui tingkat kerentanan bangunan lama yang sudah terbangun terhadap gempa yang akan datang, sehingga diharapkan dapat diketahui probabilitas kerusakan bangunan akibat gempa sesuai SNI 1726-2012. Tingkat kerentanan bangunan terhadap gempa dianalisis dengan metode pushover terhadap HAZUS. Pemodelan 3D gedung yang diteliti menggunakan software ETABS versi 7.2.4 dan SAP 2000 versi 11. Metode yang dipakai adalah statik non linier (pushover) sesuai peraturan gempa SNI 1726-2012. Hasil dari analisis diketahui level kinerja bangunan dan probabilitas kerusakan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan gedung berada pada level kinerja Immediate Occupancy (IO) dengan nilai total vulnerability sebesar 77,81% dimana besar cumulative probability untuk level slight, moderate, extensive dan complete secara berturut-turut sebesar 48,12%, 25,53 %, 3,94 %, dan 0,23%. | en_US |