Pencegahan Bullying pada Anak di Media Sosial Melalui Pendekatan Visual Semiotik ditinjau dari Maqasid Syari’ah
Abstract
Dunia maya dan media sosial telah memberikan banyak konten yang beragam untuk para penikmat dunia maya dan media sosial, baik konten yang mengedukasi sampai dengan konten yang bersimpangan seperti konten seksual. Dari adanya konten seksual yang terus merajalela di dunia maya akan menjadi sebuah konsumsi yang wajar bagi para remaja dan anak-anak, sehingga tidak heran jika mulai banyak bermunculan kasus-kasus pelecehan dan kekerasan yang terjadi pada anak-anak atau remaja pada saat ini karena ketika pola pikir anak-anak dihadirkan dan diberikan dengan sebuah konten seksual maka konten tersebut memiliki potensi yang tinggi dalam menyerang gelombang pemikiran setiap remaja maupun anak-anak. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengkajian ulang terhadap pemahaman mengenai pentingnya pencegahan bullying pada anak di media sosial melalui pendekatan visual semiotik yang ditinjau dari maqasid syari'ah. Adapun pertanyaan penelitian ini ialah: Pertama, bagaimana upaya visual semiotik dalam pencegahan bullying pada anak di media sosial. Kedua, bagaimana tinjauan maqasid syari'ah terhadap pencegahan bullying pada anak di sosial media melalui pendekatan visual semiotik. Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan sosiologis-normatif. Adapun kesimpulan dari penelitian ini ialah visual semiotik dalam pencegahan bullying pada anak di media sosial dapat dilihat dari beberapa tanda yang diberikan melalui sosial media seperti tanda dalam foto, video sampai tanda yang disampaikan secara langsung dalam kalimat. Dari tanda-tanda tersebut akan dengan mudah menarik perhatian anak-anak dan pemahaman anak-anak tentang pesan atau maksud yang disampaikan dalam tanda visual semiotik, sehingga anak-anak akan dengan mudah mencerna dan memahami pentingnya mengenal bullying sampai dengan mencegah adanya bullying di diri mereka masing-masing. Selain daripada visual semiotik, Maqasid syari'ah dapat memberikan upaya dalam proses pencegahan kasus bullying anak di media sosial dengan menekankan lima pokok dasar dalam maqasid syari'ah. Tidak kelimanya yang diberikan melainkan cukup tiga pokok saja yang menjadi acuan penting dalam mencegah bullying anak di media sosial, yaitu: Hifz nafs (menjaga jiwa), Hifz ‘aql (menjaga akal), Hifz al-nasl (menjaga keturunan). Dari ketiga pokok dasar maqasid syari'ah inilah yang dapat membantu mencegah kasus bullying yang banyak terjadi pada anak-anak di media sosial.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
