| dc.description.abstract | Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model komprehensif yang
menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi Employee Readiness dalam konteks
transformasi bank konvensional menjadi perbankan syariah. Studi ini difokuskan
pada Bank Riau Kepri Syariah dengan menekankan peran Human Capital, Islamic
Spirituality, Knowledge Sharing, dan Individual Innovation dalam membentuk
Employee Readiness menghadapi perubahan organisasi.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik
pengambilan sampel convenience sampling yang melibatkan 359 responden
karyawan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares–
Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan langsung dan
tidak langsung antarvariabel penelitian.
Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Human Capital dan Islamic
Spirituality berpengaruh positif dan signifikan terhadap Employee Readiness.
Selain itu, Knowledge Sharing dan Individual Innovation terbukti berperan sebagai
variabel mediasi dalam hubungan antara Human Capital dan Islamic Spirituality
terhadap Employee Readiness. Temuan ini menegaskan bahwa Employee Readiness
tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga oleh nilai-nilai Islamic
Spirituality serta budaya Knowledge Sharing dan inovasi di lingkungan kerja.
Originalitas: Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas
penerapan Competency Theory melalui integrasi dimensi Islamic spirituality
sebagai faktor afektif yang memperkuat kompetensi individu dalam menghadapi
perubahan. Keunikan penelitian ini terletak pada integrasi konsep Human Capital,
Islamic Spirituality, Knowledge Sharing, dan Individual Innovation yang belum
pernah diuji secara komprehensif sebelumnya dalam satu model penelitian. Selain
itu, penelitian ini menawarkan perspektif baru dalam Islamic work context,
khususnya dalam memahami Employee Readiness menghadapi transformasi
organisasi berbasis nilai-nilai Islam.
Keterbatasan Penelitian:Penelitian ini terbatas pada satu lembaga, yaitu Bank
Riau Kepri Syariah, sehingga generalisasi hasil ke konteks organisasi lain perlu
dilakukan secara hati-hati. Penggunaan teknik convenience sampling juga menjadi
keterbatasan dalam hal representativitas sampel terhadap populasi.
Implikasi Teoritis dan Praktis: Secara teoritis, penelitian ini memperluas
penerapan Competency Theory dengan mengintegrasikan dimensi Islamic
spirituality sebagai faktor afektif yang memperkuat kompetensi individu dalam
menghadapi perubahan organisasi. Secara praktis, hasil penelitian memberikan
panduan bagi manajemen perbankan syariah untuk meningkatkan kesiapan
karyawan melalui penguatan human capital, pembinaan spiritual, serta
pengembangan budaya kerja yang kolaboratif dan inovatif. | en_US |