Determinan Faktor-faktor yang mempengaruhi Capaian SPM Kesehatan di Wilayah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2020-2024
Abstract
Kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi pemerintah
daerah melalui pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.
Kabupaten Gunungkidul sebagai wilayah luas dan berbukit menghadapi tantangan
pemerataan layanan, keterbatasan SDM, serta sarana dan prasarana kesehatan.
Untuk mendukung peningkatan capaian SPM, sesuai dengan Permenkes Nomor 3
Tahun 2023 pemerintah menyediakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik atau
Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang digunakan untuk kegiatan promotif,
preventif, dan operasional puskesmas. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-
faktor yang memengaruhi capaian SPM kesehatan di Kabupaten Gunungkidul
periode 2020–2024, mencakup variabel SDM, ketersediaan alat, obat, jumlah
sasaran, dan anggaran. Selain itu penelitian juga mengkaji efisiensi penggunaan
DAK Non Fisik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kuantitatif dengan regresi data panel pada 30 puskesmas. Hasil uji Chow, Hausman,
dan Lagrange Multiplier menunjukkan bahwa Fixed Effect Model (FEM)
merupakan model paling tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara
simultan seluruh variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap capaian SPM.
Secara parsial, anggaran dan ketersediaan sarana berpengaruh positif signifikan,
sementara SDM tidak terbukti berpengaruh signifikan. Evaluasi efisiensi
menunjukkan sebagian besar puskesmas telah memanfaatkan anggaran secara
efisien meskipun terdapat variasi capaian antar wilayah. Penelitian menyimpulkan
bahwa pengelolaan anggaran dan sarana kesehatan berperan penting dalam
peningkatan capaian SPM, sehingga diperlukan penguatan kapasitas SDM dan
perencanaan berbasis kebutuhan.
