| dc.description.abstract | Perkebunan teh Kemuning di Ngargoyoso, Karanganyar, merupakan salah satu
kawasan agrowisata potensial di Jawa Tengah yang menyimpan nilai sejarah, budaya,
dan lanskap alam yang khas. Namun, pemanfaatannya sebagai destinasi wisata
edukatif dan berkesan masih belum optimal. Skripsi ini mengusung perancangan
Living Museum Java Tea dengan pendekatan Experiential Tourism sebagai upaya
untuk menghidupkan kembali narasi budaya teh lokal melalui pengalaman
langsung dan interaktif. Pendekatan ini menekankan pada penciptaan ruang yang
mampu melibatkan pancaindra pengunjung secara menyeluruh, mulai dari proses
pengolahan teh, edukasi sejarah, hingga aktivitas wisata yang partisipatif. Konsep
desain disusun dengan memperhatikan karakteristik tapak, integrasi lanskap, serta
pola sirkulasi yang mendukung alur pengalaman. Strategi perancangan meliputi
pembagian zona fungsional seperti zona edukasi, produksi, rekreasi, dan konservasi
yang saling terhubung secara spasial dan naratif. Hasil perancangan diharapkan
mampu menciptakan ruang wisata yang tidak hanya informatif, tetapi juga imersif,
memperkuat identitas lokal, serta mendukung keberlanjutan sosial, ekonomi, dan
lingkungan di kawasan Kemuning. | en_US |