Evaluasi Kondisi Perkerasan Lentur Jalan Parangtritis Sta. 2+500–Sta. 4+000 Berdasarkan Nilai SDI dan IRI (Evaluation of Flexible Pavement Condition Parangtritis Road Sta. 2+500–Sta. 4+000 Based on Values of SDI and IRI)
Abstract
Kerusakan jalan menjadi salah satu penghambat bagi para pengguna jalan terutama dari segi kenyamanan. Selain menggangu kenyamanan pengguna jalan, kerusakan jalan juga bisa menjadi penghambat waktu yang disebabkan kemacetan lalulintas sehingga membutuhkan waktu tempuh yang bertambah lama khususnya kerusakan yang terjadi pada Jalan Parangtritis. Dari kerugian waktu tersebut akan menimbulkan kerugian yang lainnya yaitu kerugian perekonomian khususnya di daerah yang dilalui Jalan Parangtritis. Jalan Parangtritis merupakan jalan nasional yang menghubungkan daerah kota Yogyakarta dengan Daerah Parangtritis yang merupakan salah satu ikon Yogyakarta. Seperti yang kita ketahui Daerah Parangtritis merupakan salah satu daerah kawasan pariwisata yang mempunyai daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Yogyakarta. Jalan Parangtritis menjadi poros wisatawan karena akses jalan yang mudah dan lurus dibanding memilih jalan lain seperti Jalan Bantul yang berbelok di beberapa simpang. Karena menjadi poros, Jalan Parangtritis banyak dilewati kendaraan-kendaraan besar seperti bus pariwisata, trailer, dan lain-lain yang membuat kondisi jalan mengalami kelelahan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu menggunakan metode SDI (Surface Distress Index) dan metode IRI (International Roughness Index). Nilai SDI didapat dengan melakukan survei pengamatan visual kondisi perkerasan di lapangan berdasarkan acuan Bina Marga 2011. Nilai IRI didapat dengan bantuan alat Roughometer NASRAA sebagai alat pengukur ketidakrataan jalan di lapangan yang kemudian dikalibrasi. Dari hasil kedua parameter tersebut akan didapatkan suatu korelasi. Hasil penelitian didapatkan nilai SDI Jalan Parangtritis Sta. 2+500 sampai dengan Sta. 4+000 sebesar 68,167 yang menunjukkan kondisi rusak sedang dan nilai IRI Jalan Parangtritis Sta. 2+500 sampai dengan Sta. 4+000 sebesar 3,7662 dengan kondisi baik. Dari kedua parameter tersebut didapatkan koefisien korelasi poitif r sebesar 0,928 yang berarti dari kedua variabel tersebut mempunyai hubungan yang kuat dan positif menunjukkan kedua variabel tersebut memiliki yang searah dalam artian peningkatan SDI akan bersamaan dengan peningkatan IRI. Berdasarkan nilai IRI dan SDI Jalan Parangtritis Sta. 2+500 sampai dengan Sta. 4+000 mengalami kondisi kerusakan sedang dan dilakukan penanganan berupa pemeliharaan rutin.
Collections
- Civil Engineering [4889]
