| dc.description.abstract | Untuk meningkatkan kenyamanan dan daya tarik Pasar Tradisional Wage
di Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, diperlukan perancangan ulang
dengan desain pasif. Perancangan ini bertujuan menghadapi persaingan
pasar modern serta mengatasi masalah internal seperti penataan
dagangan, kebersihan, dan infrastruktur rusak. Perancangan difokuskan
pada massa bangunan, penataan ruang perdagangan, dan selubung
bangunan yang nyaman, efisien, dan estetis sesuai prinsip desain pasif.
Metode perancangan meliputi analisis masalah, observasi kondisi eksisting,
pengembangan konsep desain, serta pengujian dan evaluasi
menggunakan simulasi software terkait, yaitu Velux untuk pencahayaan
alami dan CFD untuk penghawaan alami, dengan tujuan memastikan
efisiensi dan kenyamanan ruang sesuai prinsip desain pasif. Alternatif
gubahan massa dipilih berdasarkan orientasi matahari dan arah angin,
dengan sisi permukaan yang optimal untuk pencahayaan dan ventilasi
pasif, serta diintegrasikan dengan program ruang untuk pengelompokan
pedagang kering, basah, dan hewan, serta sirkulasi site yang
memanfaatkan tiga jalan sekitar dengan akses kendaraan terpisah.
Selubung bangunan dirancang dengan overhang untuk mengatur cahaya
dan angin, mendukung ventilasi silang dari azimuth 114°–247°
, serta fasad
bermotif bulu merak untuk efektivitas penghawaan. Struktur bangunan
menggunakan rigid frame dengan kolom dan balok beton. Lanskap pasar
dibuat berkelanjutan dengan vegetasi lokal, mendukung kenyamanan
termal dan keseimbangan ekosistem, sehingga Pasar Tradisional Wage
menjadi lingkungan yang nyaman, fungsional, dan adaptif bagi masyarakat
modern.
Berdasarkan hasil simulasi pencahayaan dan penghawaan alami, metode
perancangan yang diterapkan terbukti efektif. Intensitas cahaya dan
kecepatan angin telah berada dalam rentang standar kenyamanan,
menunjukkan bahwa orientasi massa bangunan, ventilasi silang, selubung
bangunan, dan penggunaan vegetasi lokal bekerja sesuai prinsip desain
pasif. Hasil ini menegaskan bahwa strategi perancangan tidak hanya
meningkatkan kenyamanan visual dan termal, tetapi juga efisiensi energi
dan kualitas lingkungan secara keseluruhan. Dengan demikian, Pasar
Tradisional Wage yang dirancang ulang mampu menyediakan ruang yang
nyaman dan fungsional bagi penjual dan pengunjung, sambil mendukung
keberlanjutan dan adaptasi terhadap kebutuhan masyarakat modern. | en_US |