Show simple item record

dc.contributor.authorVirgiawan, Adrian
dc.date.accessioned2026-04-21T04:41:12Z
dc.date.available2026-04-21T04:41:12Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/61806
dc.description.abstractDalam perencanaan pemodelan bendung, salah satunya loncat air memerlukan percobaan laboratorium untuk mengetahui panjang dan tinggi loncat air untuk perencanaan desain model bendung bagian hilir (kolam olak). Panjang loncatan air secara teoritis sukar ditentukan, tetapi telah diselidiki beberapa kali percobaan oleh beberapa ahli hidrolika. Dalam perhitungan panjang locat air ada beberapa persamaan yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain teori Woyeski, Smetana, Silvester, USBR, dan lain-lain. Pada umumnya rumus empiris yang dikemukakan beberapa ahli mencakup nilai koefisien panjang loncat air (C) yang berbeda-beda antara satu rumus dengan rumus yang lain. Berdasarkan asumsi tersebut, maka penulis mencoba melakukan penelitian mencari rumus persamaan panjang loncat air guna melihat kesesuaian teori tersebut. Penelitian dilakukan di Laboraturium Hidraulika Program Studi Teknik Sipil FTSP UII Yogyakarta dengan menggunakan flume yang berdimensi panjang 4 m, lebar 10 cm, tinggi 40 cm. Saluran merupakan saluran yang kedap air dari bahan dinding flexiglass dan dasar saluran terbuat dari kaca. Penelitian ini menggunakan beberapa variasi untuk memperoleh keberagaman data, variasi yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan empat variasi bangkitan aliran air padasaluran flume, tiga variasi debit aliran pada saluran flume, dan bendung yang berukuran panjang 17,5, tinggi 11 cm, lebar 10 cm. Data yang dikumpulkan meliputi panjang loncat air, tinggi awal loncat air (h), dan tinggi akhir loncat air (h2). Penelitian ini bertujuan untuk mencari panjang loncat air yang digunakan untuk membuat persamaan rumus baru dalam menghitung panjang loncat air secara teoritis, yaitu dengan menggunakan Persamaan Analisis Regresi Linear. Hasil analisis menunjukkan persamaan panjang loncat air yang mendekati Studi (Analisis Regresi Linear) adalah panjang loncat air laboratorium, dan panjang loncat air menurut teori Smetana dan USBR Maximum, sedangkan untuk panjang loncat air menurut teori Woyeski, Silvester, dan USBR minimum hasil yang didapatkan tidak mendekati dengan panjang loncat air Studi (Analisis Regresi Linear).en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectLoncat airen_US
dc.subjectModel bendungen_US
dc.subjectRegresi linearen_US
dc.titleStudi Panjang Loncat Air dengan Bangkitan Loncatan Menggunakan Model Bendung (Study of Hydraulic Jump Length with Jump Generation Using Weir Model)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM10511157


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record