| dc.description.abstract | Fokus penelitian ini adalah menghitung dan memetakan potensi limbah
pertanian padi di Pulau Jawa sebagai biomassa untuk dikonversi atau diolah
menjadi bioenergi yaitu bioetanol. Perhitungan dan pemetaan potensi
biomassa dilakukan dengan analisis deskriptif serta bantuan Quantum
Geographic Information System (QGIS) untuk menggambarkan daerah
dengan potensi terkecil hingga terbesar dari enam Provinsi di Pulau Jawa.
Hasil menunjukkan bahwa daerah dengan potensi biomassa tertinggi adalah
Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, sementara daerah dengan potensi
biomassa paling rendah adalah Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten.
Pemetaan potensi biomassa ditentukan dari besaran potensi biomassa tiap
kabupaten dan kota yang sudah dihitung sekaligus dengan
mempertimbangkan keterkaitan atau korelasinya dengan kerapatan sungai
sebagai sumber irigasi dan kerapatan jalan atau aksesibilitas. Sehingga
didapat hasil yaitu nilai besaran potensi biomassa yang dapat dimanfaatkan
serta peta sebaran potensi biomassa pada QGIS untuk mempermudah melihat
area dengan potensi biomassa terendah hingga tertinggi. Lima daerah dengan
potensi biomassa terendah adalah Kota Tangerang Selatan, Kabupaten
Kepulauan Seribu, Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Selatan, dan Kota Depok.
Sementara daerah dengan potensi biomassa tertinggi adalah Kabupaten
Ngawi, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang,
dan yang paling tinggi adalah Kabupaten Indramayu. | en_US |