Potensi Sampah Organik Ruang Terbuka Hijau sebagai Bahan Bakar (Briket) Studi Kasus: Ruang Terbuka Hijau, Kota Yogyakarta, Provinsi DIY
Abstract
Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area yang memanjang berbentuk jalur dan atau area mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka sebagai tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja di tanam. Dalam penelitian ini bermaksud untuk mengetahui potensi sampah organik dari RTH di Kota Yogyakarta. Manfaat dalam pengembangan RTH selama ini dibagi menjadi dua manfaat yaitu manfaat tidak langsung (berjangka panjang dan bersifat intangible), yaitu pembersih udara yang sangat efektif, pemeliharaan akan kelangsungan persediaan air tanah, pelestarian fungsi lingkungan beserta segala isi flora dan fauna yang ada (konservasi hayati atau keanekaragaman hayat) sedangkan manfaat langsung (dalam pengertian cepat dan bersifat tangible), yaitu membentuk keindahan dan kenyamanan (teduh, segar, sejuk) dan mendapatkan bahan-bahan untuk dijual (kayu, daun, bunga, buah). Berdasarkan data, informasi dan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa timbulan sampah organik ruang terbuka hijau sebesar organik seberat 296,4 kg/tahun atau setara 0,2964 ton/tahun (Stadion Kridosono); seberat 298,8 kg/tahun atau setara 0,298 ton/tahun (Stadion Mandala Krida); dan 307 kg/tahun atau setara 0,307 ton/tahun (Taman Pintar). Dengan rentang pengambilan sampel 30 hari mampu menggambarkan potensi sampah organik menjadi briket arang dengan kualitas baik mengacu pada SNI 01-6235-2000 tentang kualitas kriteria briket arang kering.
Collections
- Environmental Engineering [1812]
