| dc.description.abstract | Tanah merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu pekerjaan kontruksi, baik sebagai bahan kontruksi maupun sebagai pendukung beban. Pada jenis dan kondisi tertentu tanah memiliki daya dukung rendah untuk dijadikan sebagai landasan pekerjaan konstruksi. Salah satunya adalah tanah lempung ekspansif yang memiliki nilai daya dukung rendah, kembang susut tinggi, dan permasalahan merugikan lainnya. Tanah lempung ekspansif yang akan digunakan sebagai pendukung beban konstruksi harus di stabilisasi agar sifat-sifat tanahnya menjadi baik atau stabil. Stabilisasi adalah cara untuk memperbaiki sifat-sifat tanah dengan cara menambahkan bahan aditif pada tanah yang tidak baik. Stabilisasi yang dilakukan pada penelitian ini berupa penambahan bahan rotec. Penelitian ini menggunakan sampel tanah dari desa Tuksono, Kec. Sentolo, Kab. Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian meliputi pengujian sifat fisik tanah asli dan pengujian CBR (California Bearing Ratio) tanah asli serta pengujian CBR tanah asli yang sudah di stabilisasi dengan penambahan 1 kg rotec dan variasi penambahan semen sebanyak 5%, 7% dan 9% dengan lama pemeraman 7 hari dan rendaman 4 hari. Pengujian CBR dilakukan dengan 2 (dua) metode, yaitu dengan rendaman (soaked) dan tanpa rendaman (unsoaked). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah dari desa Tuksono, Kec. Sentolo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki jenis lempung kelanauan mengandung pasir. Hasil dari pengujian CBR Laboraturium didapatkan nilai CBR tanah asli tanpa rendaman (unsoaked) sebesar 12,035%, sedangkan untuk nilai CBR tanah asli rendaman (soaked) sebesar 1,59%. Setelah ditambah dengan bahan 1 kg rotec dan semen dengan variasi 5%, 7%, dan 9% didapatkan peningkatan nilai CBR tanpa rendaman (unsoaked) berturut-turut pada pemeraman 7 hari sebesar 27,96%, 75,16% dan 88,86% dari tanah asli pada kondisi tanpa rendaman (unsoaked). Sedangkan peningkatan nilai CBR rendaman (soaked) berturut-turut pada pemeraman 7 hari dan rendaman 4 hari sebesar 1159,12%, 1546,54%, dan 2646,54% dari tanah asli pada kondisi rendaman (soaked). | en_US |