Aplikasi Rekayasa Lingkungan untuk Konservasi Air di Sub DAS Gajah Wong Wilayah Perkotaan Yogyakarta
Abstract
Semakin tingginya perubahan fungsi guna lahan pada kawasan Sub DAS Gajah Wong menyebabkan berkurangnya daerah resapan air (recharge area) sehingga meningkatkan aliran permukaan (surface runoff) terutama saat musim hujan dampak yang ditimbulkan yaitu adanya genangan hingga banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi konservasi air yang sudah dilakukan oleh masyarakat disekitar Sub DAS Gajah Wong dan menentukan upaya serta lokasi konservasi yang tepat untuk diterapkan di wilayah Sub DAS Gajah Wong. Metode analisis yang dipakai menggunakan metode dengan teknik analisis kualitatif untuk mengidentifikasi kondisi konservasi air eksisting, kuesioner willingness to pay untuk menentukan upaya konservasi air yang memungkinkan diterapkan serta metode overlay (tumpang susun) dengan software Sistem Informasi Geografi (SIG) dan analisis pembobotan untuk mengidentifikasi kawasan resapan air. Aplikasi SIG yang digunakan adalah Quantum GIS (QGIS), ArcGIS dan Integrated Land and Water Information System (ILWIS). Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan menunjukkan upaya konservasi air sumur resapan lebih banyak diterapkan masyarakat di Sub DAS Gajah Wong daripada pembuatan lubang resapan biopori namun upaya konservasi air tersebut belum semua memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah, konservasi air yang memungkinan diterapkan di kawasan Sub DAS Gajah Wong adalah lubang biopori dan distribusi kelas kesesuaian kawasan resapan air terdiri atas sangat sesuai, kurang sesuai, cukup sesuai, dan tidak sesuai. Pada lokasi penelitian didapat bahwa pada lokasi penelitian 79,06% dari total luas wilayah merupakan kawasan yang sesuai sebagai kawasan resapan air, dengan luas mencapai 754,37 Ha. 20,94% lainnya merupakan kawasan yang tidak sesuai sebagai kawasan resapan air, dengan luasan sebesar 199,76 Ha.
Collections
- Environmental Engineering [1831]
