Identifikasi Human Error pada Pengemudi Bus antar Kabupaten dan Kota Menggunakan Metode Sherpa dan Heart
Abstract
Kecelakaan lalu lintas terutama mobil muatan besar seperti bus dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Menurut Direktorat Jendral Perhubungan Darat Departemen Perhubungan tahun 2012, faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di Indonesia yaitu faktor manusia sebesar 93,52%, faktor kendaraan sebesar 2,76%, faktor jalan 3,23%, dan faktor lingkungan sebesar 0,49%. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk mengidentifikasi kesalahan manusia manakah yang memiliki probabilitas terbesar penyebab kecelakaan menggunakan metode Systematic Human error Reduction and Prediction Approach (SHERPA) untuk mengidentifikasi job desc menggunakan Hierarchical Task Analysis (HTA) serta metode Human error Assestment Reduction Technique (HEART) untuk menghitung Human error Probability (HEP). Berdasarkan perhitungan nilai Human error Probability diketahui human error yang paling sering terjadi adalah tidak menjalankan kendaraan sesuai dengan ketentuan kecepatan yang telah ditetapkan dengan nilai HEP 0,375. Hal ini dikarenakan adanya dorongan untuk menggunakan prosedur lain yang lebih berbahaya. Nilai HEP tertinggi kedua dengan nilai 0,21 adalah tidak mencatat atau lupa mencatat kerusakan yang terjadi selama perjalanan dikarenakan waktu yang tersedia terbatas atau singkat untuk mendeteksi dan mengoreksi kesalahan. Selanjutnya adalah tidak mengecek perlengkapan Bus dengan nilai 0,19 karena mengesampingkan dan menganggap bahwa hal ini tidak begitu penting, selanjutnya tidak melakukan pelaporan saat terjadi masalah dijalan dengan nilai HEP 0,18 karena waktu yang terbatas dan yang terakhir adalah tidak istirahat maksimal untuk persiapan keberangkatan yang selanjutnya dengan nilai HEP sebesar 0,15 dikarenakan tingkat emosi dan stress yang tinggi.
Collections
- Industrial Engineering [2830]
