• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Perawatan Mesin Sewing di PT Globalindo Intimates dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM II) (Studi Kasus: PT Globalindo Intimates)

    Thumbnail
    View/Open
    13522132.pdf (4.792Mb)
    Date
    2017
    Author
    Pramono, Nugroho Wisnu
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Seiring perkembangan dunia industri, penerapan perencanaan produksi yang tepat, efisien dan optimal sangatlah penting, salah satunya adalah tentang penerapan sistem manajemen perawatan (Maintenance Management) yang tepat. Maintenance mesin pada perusahaan merupakan faktor yang penting dalam menjaga kestabilan produksi. PT. Globalindo Intimates memiliki kapasitas produksi sebesar 350.000 pcs/bulan dan dapat menghasilkan 180 produk/jam. Namun pada saat kegiatan produksi sering terjadi kerusakkan mesin sehingga berpengaruh pada operasional perusahaan dan dapat menghasilkan biaya kehilangan produksi/jam yaitu sebesar Rp. 62.327.163,6/jam dan didapatkan biaya kerugian pergantian komponen sebesar Rp. 528.658.174. Pada penelitian ini peneliti memfokuskan pada mesin yang mengalami downtime dan frekuensi kerusakan yang tinggi dalam kurun waktu dari bulan Maret 2016 sampai Februari 2017. Maka perusahaan membutuhkan untuk membuat sebuah kebijakan dalam melakukan perawatan mesin yang efektif dan jadwal interval perawatan yang sesuai sehingga, dapat mengurangi biaya perawatan pada downtime. Pada penelitian ini menggunakan metode RCM II dengan menggunakan analisi kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif untuk menentukan Function Block Diagram (FBD) pada mesin bertujuan untuk memberikan pengetahuan secara umum bagian mesin dan fungsinya. Sedangkan tabel Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) dan Logic Tree Analysis (LTA) berfungsi untuk menentukan jenis kegagalan fungsi, akibat kegagalan fungsi dan efek kegagalan fungsi serta tinakan yang harus dilakukan. Penggabungan FMEA dan LTA kedalam RCM II Worksheet untuk menentukan konsekuensi terhadap kegagalan. Sedangkan, analisis kuantitatif adalah untuk menentukan jenis distribusi, pengujian parameter TTF dan TTR. Hasil dari perhitungan indeks of it(r) TTF dan TTR didapatkan hasil distribusi weibull yang tertinggi, sedangkan untuk uji Goodness of it didapatkan hasil bahwa kedua distribusi weibull tersebut berdistribusi normal sehingga menghasilkan MTTF sebesar 727,35 jam dan MTTR sebesar 0,5953 jam. Maka dari identifikasi yang dilakukan didapat hasil mesin jahit zigzag menjadi mesin kritis dan komponen kritis adalah komponen rotary dengan waktu interval penggantian terbaru sebesar 675 jam, dan besarnya biaya sebelum penentuan interval penggantian yaitu sebesar Rp 528.658.174. sedangkan, biaya penghematan setelah mendapatkan waktu interval penggantian perubahan pada komponen rotary mesin jahit zigzag adalah 26,73% atau sebesar Rp 141.330.214.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/61724
    Collections
    • Industrial Engineering [2830]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV