| dc.description.abstract | Penyakit gagal ginjal kronis termasuk salah satu penyakit yang memiliki resiko morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi di dunia dan meningkat jumlahnya di Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran terapi, gambaran outcome klinis, besar biaya medis langsung serta perbedaan antara biaya riil dengan tarif INA-CBGs pasien. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif menggunakan desain cross sectional dengan perspektif rumah sakit dan metode pengambilan data secara retrospektif. Subyek penelitian adalah pasien gagal ginjal kronis rawat inap JKN berkode INA CBGs N-4-10-I, N-4-10-II, N-4-10-III di RSUP Dr. Sardjito periode Januari-Desember 2016 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan gambaran outcome klinis mayoritas pasien keluar dari rumah sakit dalam keadaan membaik dengan penurunan nilai ureum dan peningkatan nilai GFR dengan persentase 72,09% pasien. Selama periode Januari-Desember 2016 diperoleh total tarif INA CBGs sebesar Rp 380.265.000,00 dan total biaya riil rumah sakit sebesar Rp 586.382.661,00 yang meliputi total biaya pasien dengan hemodialisa (Rp 496.862.923,00) dan pasien tanpa hemodialisa (Rp 89.519.738,00). Hal ini berarti masih ada selisih sebesar minus Rp 206.117.661,00 yang meliputi selisih minus Rp 174.650.823,00 pada pasien dengan hemodialisa dan selisih minus Rp 21.245.570,00 pada pasien tanpa hemodialisa. | en_US |