| dc.description.abstract | Pelat menjadi bagian struktur atas yang penting karena fungsi pelat adalah mendistribusikan beban-beban yang bekerja diatasnya ke balok lalu disalurkan ke kolom. Jenis-jenis pelat lantai yang dapat digunakan adalah pelat datar, pelat cendawan (flat slab), pelat lantai dengan balok, dan pelat lantai dengan rib (waffle slab). Pada penelitian ini dilakukan perencanaan ulang atau redesign pelat lantai pada Rumah Susun Pekerja Keluarga TNI-AD di daerah Sleman, Yogyakarta dengan menggunakan flat slab. Sistem flat slab merupakan sistem pelat lantai dua arah (two-way system slab) yang memiliki keistimewaan yaitu tidak menggunakan balok sebagai penahan beban tetapi pelat itu sendiri yang dapat menahan beban diatasnya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tulangan yang digunakan dan perbandingan biaya pada pelat setelah dilakukan redesign. Analisis struktur bangunan dihitung secara numeric menggunakan ETABS 9.6.0. Metode perencanaan langsung menggunakan acuan SNI 03-2847 - 2013 tentang Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung sebagai metode perhitungan manual tulangan pelat. Perencanaan flat slab menggunakan drop panel pada muka kolom yang berguna sebagai penahan gaya geser. Drop panel digunakan dengan tebal 75 mm dengan lebar 1,9 m. Pada bangunan redesign digunakan dua jenis pelat yaitu 3 m x 4,1 m dan 4,1 m x 4,1 m. Pada jenis pelat dengan dimensi 3 m x 4,1 m dalam arah X digunakan tulangan D13 dengan jarak 100 mm dan 125 pada lajur kolom bentang ujung. Tulangan D16 dengan jarak 100 mm dan 150 mm digunakan pada lajur tengah. Pada arah Y, digunakan tulangan D16 dengan jarak 125 dan 120 pada bentang ujung dan bentang dalam lajur kolom. Tulangan D19 dan D16 dengan jarak 100 mm dan 120 mm digunakan pada bentang dalam dan bentang ujung lajur tengah. Untuk pelat 4,1 m x 4,1 m arah X digunakan tulangan D19 dengan 125 mm dan D16 dengan jarak 150 pada bentang ujung lajur kolom. Pada bentang dalam digunakan tulangan yang sama jarak 125 mm dan 100 mm Tulangan yang sama digunakan dengan jarak 100 mm pada bentang ujung dan bentang dalam lajur tengah. Pada arah Y, digunakan tulangan D16 dengan jarak 100 mm dan 120 mm pada bentang ujung dan bentang dalam lajur kolom, sedangkan pada lajur tengah digunakan tulangan D19 dan D16 dengan jarak 100 mm dan 120 pada bentang dalam maupun bentang ujung. Rencana anggaran biaya flat slab yang diperoleh dari hasil perhitungan biaya flat slab lebih hemat 43,4 % dari rencana anggaran biaya pelat precast pada bangunan existing. | en_US |