| dc.description.abstract | Telah dilakukan penelitian tentang biochar magnetic (MBC) dari kulit pisang kepok
(musa acuminata balbisiana colla) sebagai fotokatalis degradasi zat warna
rhodamin-B (RhB). Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji karakteristik fisiokimia
serta peran biochar (BC) dan MBC sebagai fotokatalis dalam degradasi zat warna
RhB, serta membandingkan aktivitas kedua biochar ini. Sintesis MBC dilakukan
dengan metode pirolisis dengan campuran prekusor FeCl3•6H2O dan kulit pisang
pada suhu 600 ̊C selama 2 jam. Material dikarakterisasi menggunakan instrumen
XRD, FTIR, VSM, SEM, dan TEM. Berdasarkan hasil analisis dengan XRD,
diketahui bahwa terjadi pembentukan Fe2O3 menjadi α-Fe2O3, sedangkan analisis
dengan FTIR mengidentifikasikan keberadaan ikatan Fe–O pada bilangan
gelombang 470,78 cm−1. Analisis VSM menunjukkan nilai magnetisasi 1,91 emu/g,
yang menggambarkan sifat feromagnetik yang kuat pada MBC. Hasil SEM
memperlihatkan distribusi partikel Fe yang merata di permukaan BC, dan TEM
menunjukkan ukuran partikel MBC berada pada skala nanometer dengan rata-rata
82,54 nm. Uji fotokatalisis menunjukkan bahwa BC dan MBC mampu
mendegradasi RhB efisiensi yang tinggi. Pada RhB 20 ppm, BC dan MBC mampu
mendegradasi sebesar 99,01 % dan 99,17 %. Pada konsentrasi H2O2 (0,03–0,1 mL),
MBC menunjukkan efisiensi degradasi hingga 98,85 %. Secara keseluruhan,
penggunaan MBC memberikan aktivitas fotokatalitik yang lebih baik dibandingkan
BC. Selain itu, hasil evaluasi menggunakan AGREE menunjukkan bahwa metode
sintesis, karakterisasi, dan aplikasi fotokatalitik BC magnetik telah memenuhi
prinsip Green Analytical Chemistry dengan skor 0,73, yang menandakan bahwa
metode ini ramah lingkungan dan masih dapat dioptimalkan. | en_US |