| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakukan karena rangka kendaraan hemat energi perlu ringan,
tetapi tetap kuat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh temperature
post-curing terhadap kekuatan tarik dan kekakuan spesifik komposit serat karbon
bermatriks epoksi serta membandingkannya dengan aluminium 6063- T5. Bahan
dibuat dengan metode Vacuum Assisted Resin Infusion (VARI) dalam susunan
empat lapis (twill–plain–twill–plain). Setelah melewati tahap awal (curing) pada
suhu ruang, spesimen dipanaskan lagi selama 90 menit pada temperature 100°C,
120°C, dan 150°C. Data diperoleh melalui uji tarik mengacu ASTM D3039
menggunakan universal testing machine (UTM) tipe TNM 20 MD, parameter yang
dianalisis meliputi tegangan–regangan, massa jenis, modulus elastisitas, serta
kekakuan spesifik dan kekakuan lentur. Hasil menunjukkan temperature post-
curing berpengaruh nyata: kondisi 120°C menghasilkan nilai flexural rigidity 6,31
N/m2
dan modulus spesifik sebesar 54,09 MPa/(g/cm3), lebih optimal dibandingkan
dengan variasi lainnya. Hal ini menunjukan bahwa variasi dengan temperature post
curing 120°C lebih optimal dalam menahan beban tarik. Dengan demikian,
kombinasi VARI dan pasca pemanasan yang tepat efektif meningkatkan performa
komposit serat karbon; suhu 120°C direkomendasikan sebagai kondisi prospektif.
Penelitian lanjutan disarankan menguji umur lelah dan ketahanan termal untuk
memastikan keandalan jangka panjang. | en_US |