• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Economic and Finance
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Economic and Finance
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Collaborative Governance dalam Pengembangan Pariwisata di Gunung Kidul (Studi Kasus: Kawasan Karst Kabupaten Gunung Kidul)

    Thumbnail
    View/Open
    23918010.pdf (3.093Mb)
    Date
    2025
    Author
    Susilowati, Tri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Wisata alam berbasis karst di Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, pengelolaan destinasi karst melibatkan aktor dengan kepentingan beragam Dinas Pariwisata, swasta, dan masyarakat. Sehingga diperlukan analisis tata kelola kolaboratif. Fokus penelitian diarahkan pada tiga destinasi utama: Goa Jomblang, Kali Suci, dan Pantai Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, serta analisis dokumen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan kerangka kerja collaborative governance yang dikemukakan oleh Ansell dan Gash (2008), yang meliputi aspek-aspek seperti starting conditions, institutional design, facilitative leadership, collaborative process, dan intermediate outcomes. Hasil penelitian memperlihatkan adanya variasi tipologi kolaborasi sesuai aktor dominan. Goa Jomblang menampilkan model investor-driven collaboration dengan dominasi swasta dan keterlibatan terbatas masyarakat sebagai tenaga kerja. Kali Suci menunjukkan community-driven collaboration berbasis kepercayaan sosial dan gotong royong melalui Pokdarwis, yang mendekati prinsip kolaborasi ideal. Sementara itu, Pantai Gunungkidul merepresentasikan government-driven collaboration dengan dominasi Dinas Pariwisata melalui sistem birokratis, meskipun masyarakat tetap dilibatkan dalam pola shifting pengelolaan. Keberhasilan collaborative governance dalam wisata karst dipengaruhi oleh kekuatan modal sosial, kepastian tata kelola, kepemimpinan fasilitatif, akses masyarakat terhadap otoritas, mekanisme distribusi manfaat, serta dukungan teknologi digital. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya penGoatan partisipasi masyarakat, perluasan ruang dialog antar aktor, serta penataan distribusi manfaat yang lebih adil guna mewujudkan pariwisata karst Gunungkidul yang berkelanjutan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/61670
    Collections
    • Master of Economic and Finance [133]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV