Pembaruan Pendidikan Islam Menuju Masyarakat Madani Indonesia (Tinjauan Sosio-kultural Historis)
Abstract
Konsep masyarakat madani merupakan konsep yang baru dan bukan berakar dari budaya masyarakat Indonesia. Memang diakui, bahwa konsep masyarakat madani (civil society] memiliki nilai-nilai universal, sehingga perlu adaptasi dan sosialisasi apabila konsep tersebut akan diwujudkan di Indonesia. Untuk merwujudkan nilai-nilai universal tersebut tergantung dan berakar pada kondisi budaya dan sosial-politik serta perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia. Tetapi, masyarakat madani tidak dapat tercipta dengan sendirinya, harus diperjuangkan dan dalam perjuangan pembentukan masyarakat madani di Indonesia tidak dapat dilihat berdiri sendiri, tetapi harus ditempatkan dalam komfigurasi global. Maka dalam konteks ini, semua potensi bangsa Indonesia mulai dipersiapkan dan diberdayakan untuk menuju masyarakat madani, dengan harapan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia akan mengalami perubahan secara fundamental yang berbeda dengan kehidupan selama ini yaitu masyarakat yang demokratis. Masyarakat Indonesia sekarang ini, sedang dalam tahap belajar untuk hidup berdemokrasi dalam arti yang sebenamya, sehingga memerlukan proses belajar dengan perioritas nilai-nilai tertentu seperti demokrasi, taat hukum, toleransi, akhlak dan moral yang anggun dan tanggungjawab sosial. Pembentukan masyarakat madani Indonesia selain menuntut usaha dari dalam, sekaligus pula menghadapi tantangan-tantangan eksternal dalam era globalisasi dan era informasi. Dengan demikian, pendidikan yang memiliki peran sentral dalam upaya membangun dan mewujudkan masyarakat tersebut haruslah didasarkan pada paradigma-paradigma baru. Demikian pula, pengembangan pendidikan Islam haruslah didasarkan pada paradigma-paradigma baru yang bertolak dari pengembangan manusia yang merdeka dan demokratis, yaitu manusia yang bertaqwa, berilmu pengetahuan, berketerampilan, berakhlak dan bermoral tinggi, sehingga dapat berkarya dalam kehidupan masyarakat madani secara kompetetif. Pembaruan pendidikan yang berorientasi pada paradigma masyarakat madani Indonesia perlu dan urgen untuk dikaji, karenanya tesis ini membahas Pembaruan Pendidikan Islam Menuju Masyarakat Indonesia (Tinjauan Sosio- kultural Historis). Inti masalah dari tesis ini adalah bagaimana konsep dan strategi pembaruan pendidikan Islam untuk masyarakat madani Indonesia. Kemudian penelitian ini merupakan studi literatur atau bersifat library research, sehingga data yang diperoleh berasal dari bahan-bahan tulisan dan pemikiran dari para pemerhati, pengamat, ahli pendidikan dan para sosiologi yang terkait dengan permasalahan penelitian ini. Karena penelitian bersifat kualitatif, maka digunakan content analysis untuk mendiskripsikan persoalan secara kritis pemikiran dan pandangan dari para ahli pendidikan tentang pembaruan pendidikan Islam dengan menggunakan pendekatan sosio-kultural historis yang dilakukan secara obyektivitas, sistimatis dan digeneralisasi. Penelitian ini lebih ditekankan pada objektivitas dengan analisis tertuju pada bentuk infrastruktur pada "teks" dengan banyak data atau volume dan menggunakan sample multistage, karena dokumen yang diteliti cukup banyak. Dengan metode ini diharapkan dapat menemukan konsep pembaruan pendidikan Islam untuk masyarakat madani Indonesia. Hasil kajian tentang pembaruan pendidikan Islam menuju masyarakat madani Indonesia dapat dikembangkan dari aspek dasar filosofis, visi dan misi, tujuan, kurikulum, metodologi, manajemen pendidikan dan paradigma pendidikan Islam. Kemudian konsep dan strategi pendidikan untuk masyarakat madani Indonesia adalah pendidikan yang memberdayakan manusia dan masyarakat yang unggul. Filosofis dan teori pendidikan Islam, dikembangkan berdasarkan asumsi- asumsi dasar yang kokoh dan jelas tentang manusia menurut ajaran Islam, karena kerangka dasar utama pendidikan Islam adalah pendidikan yang relevan dengan ajaran Islam, kepentingan umat, konteks dengan supra sistem dalam penerapan.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
