Show simple item record

dc.contributor.authorFadly, Ridho
dc.date.accessioned2026-04-16T04:58:47Z
dc.date.available2026-04-16T04:58:47Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/61641
dc.description.abstractObat merupakan salah satu komponen penting yang dibutuhkan masyarakat dan tidak dapat tergantikan dalam pelayanan kesehatan. Pengelolaan obat merupakan bagian dari manajemen obat yang berfungsi sebagai pedoman agar proses pengelolaan berjalan dengan baik. Setiap obat memiliki masa kedaluwarsa, dan jika telah melewati batas tersebut, obat dapat membahayakan karena berpotensi menjadi racun (toksin). Penelitian ini dilakukan di delapan kecamatan di Kota Yogyakarta, yaitu Gedongtengen, Gondomanan, Keraton, Pakualaman, Jetis, Ngampilan, Tegalrejo, dan Umbulharjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penilaian terhadap kebiasaan warung melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 59 warung (29,80%) yang masih menjual obat hingga melewati masa kedaluwarsa, sedangkan 139 warung lainnya menjual obat yang masih layak. Selain itu, mayoritas responden diketahui belum memahami cara pengelolaan limbah obat yang benar, yang ditunjukkan dengan kebiasaan membuang obat kedaluwarsa langsung ke tempat sampah.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectObat, Kadaluarsa, Pengolahan Limbah, Warung.en_US
dc.titleEvaluasi Pengelolaan Limbah Obat di Warung di Wilayah Kota Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM11513099


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record