| dc.description.abstract | Dalam konteks perkawinan di Indonesia, khususnya dalam hukum islam Wali hakim di
KUA Turi Sleman Yogyakarta memiliki peran yang sangat penting dalam melayani
masyarakat terkait dengan urusan pernikahan dan hak-hak keluarga, terutama dalam situasi
di mana wali nasab tidak bisa hadir atau tidak memenuhi syarat. Pendekatan dalam
penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan jenis
penelitian lapangan (field research), dimana data yang didapatkan yaitu di KUA
Kecamatan Turi, Sleman Yogyakarta.
Di KUA Turi Sleman, Yogyakarta, proses penunjukan wali hakim memiliki implikasi
sosial dan hukum. Dimana KUA Turi Sleman berperan dalam memastikan bahwa
pernikahan dan hak-hak keluarga diproses dengan adil, sesuai dengan hukum yang berlaku,
sambil tetap menghargai adat istiadat setempat.
Dapat disimpulkan bahwa KUA Turi Sleman secara aktif mengevaluasi dampak sosial dari
penunjukan wali hakim melalui berbagai metode yang melibatkan partisipasi masyarakat.
Baik Bapak PA maupun Bapak PF menekankan pentingnya pengumpulan umpan balik dari
masyarakat dan pihak terkait, serta survei untuk menilai sejauh mana keputusan wali hakim
diterima dan memberikan manfaat. | en_US |