| dc.description.abstract | Latar Belakang: Menyusui adalah proses pemberian air susu dari payudara
kepada bayi. WHO menganjurkan pemberian ASI dilakukan hingga usia dua
tahun atau lebih. Ibu penyandang disabilitas fisik mengalami berbagai hambatan
dalam menyusui sehingga tingkat pemberian ASI pada ibu disabilitas cenderung
rendah. Tujuan Penelitian: Mengetahui persepsi, faktor yang memengaruhi perilaku
menyusui, dan pola menyusui pada ibu dengan disabilitas fisik di Kabupaten
Klaten
Metode: Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diambil dengan metode wawancara mendalam semi terstruktur. Wawancara
dilakukan pada delapan narasumber dengan berbagai jenis disabilitas fisik. Hasil: Karakteristik narasumber menunjukkan tingkat pendidikan yang
cenderung rendah, yakni TK hingga SMA. Persepsi ibu terhadap menyusui
adalah mereka menyadari berbagai manfaat ASI. Faktor yang memengaruhi
perilaku menyusui pada ibu dengan disabilitas fisik meliputi pengetahuan, paritas, akses informasi, pelayanan kesehatan, dan dukungan dari keluarga, serta
lingkungan. Lima narasumber dalam penelitian ini berhasil memberikan ASI
eksklusif, sementara tiga lainnya memberikan ASI secara predominan atau
parsial. Simpulan: Perilaku menyusui pada ibu dengan disabilitas fisik dipengaruhi oleh
berbagai faktor. Meskipun menghadapi sejumlah hambatan, lima narasumber
berhasil menyusui secara eksklusif. Dukungan, akses informasi, dan pelayanan
kesehatan yang memadai dapat meningkatkan keberhasilan menyusui pada ibu
dengan disabilitas fisik. | en_US |