| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya persaingan industri food and
beverage yang menuntut perusahaan untuk memiliki sistem pergudangan yang efisien,
terutama bagi PT Sedaap Sejahtera Bersama yang mengandalkan gudang central
kitchen sebagai pusat penyimpanan dan distribusi bahan baku. Kondisi tata letak
eksisting yang acak, jarak perpindahan material yang panjang, serta pemanfaatan ruang
yang kurang optimal menjadi urgensi utama penelitian ini. Penelitian ini bertujuan
menjawab tiga pertanyaan inti: bagaimana kondisi tata letak gudang saat ini, bagaimana
rancangan layout optimal dengan metode Class Based Storage (CBS) dan Systematic
Layout Planning (SLP), serta bagaimana penerapan 5S dapat mendukung keberlanjutan
perbaikan layout. Pendekatan penelitian dilakukan secara empiris melalui observasi
lapangan, pengukuran langsung, wawancara, serta pengumpulan dokumen perusahaan,
sedangkan analisis tata letak memanfaatkan CBS untuk pengelompokan material dan
SLP untuk merancang aliran proses serta hubungan antar aktivitas. Hasil penelitian
menunjukkan peningkatan efisiensi aliran material, penurunan jarak perpindahan, serta
optimalisasi ruang penyimpanan setelah penerapan layout usulan terbukti dengan
meningkatnya efisiensi sebesar 14,1%. Integrasi metode 5S juga menghasilkan
lingkungan kerja yang lebih rapi, bersih, dan terstandarisasi sehingga mempermudah
implementasi tata letak baru. Kesimpulannya, kombinasi CBS, SLP, dan 5S terbukti
efektif dalam meningkatkan kinerja operasional gudang central kitchen, sekaligus
memberikan dasar pengembangan sistem penyimpanan yang lebih berkelanjutan.
Penelitian selanjutnya disarankan mengevaluasi dampak ekonominya secara kuantitatif
dan mengintegrasikan teknologi digital seperti WMS untuk meningkatkan presisi
pengelolaan inventori. | en_US |