Show simple item record

dc.contributor.authorPrabowo, Mahendra Aprilianto Daru
dc.date.accessioned2026-04-15T03:49:32Z
dc.date.available2026-04-15T03:49:32Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/61542
dc.description.abstractPenelitian ini membahas bagaimana pemerintah Polandia melakukan sekuritisasi terhadap pencari suaka asal Timur Tengah pada periode 2015-2018. Polandia memandang bahwa arus pencari suaka, khususnya yang dari Timur Tengah, bukan sekedar persoalan kemanusiaan, tetapi menjadi ancaman keamanan dan identitas nasional. Kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sekuritisasi oleh Barry Buzan, Ole Waever, dan Jaap de Wilde. Teori ini membantu menjelaskan bagaimana suatu isu dapat dikonstruksikan sebagai ancaman oleh aktor negara. Argumen sementara dalam penelitian ini adalah pemerintah Polandia membentuk konstruksi keamanan akibat kekhawatiran akan datangnya para pencari suaka yang dapat merusak Polandia menggunakan sekuritisasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sekuritisasi benar-benar terjadi melalui tujuh elemen sekuritisasi, yang tercermin dari retorika politik yang membingkai pencari suaka sebagai ancaman bagi negara dan bangsa Polandia, pembingkaian tersebut diterima oleh audiens sehingga melegitimasi aktor sekuritisasi untuk mengambil langkah penolakan terhadap kebijakan relokasi pencari suaka yang ditetapkan oleh Uni Eropa, dengan menolak relokasi maka langkah tersebut telah melanggar aturan yang seharusnya disepakati oleh Polandia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSekuritisasien_US
dc.subjectPolandiaen_US
dc.subjectPencari Suakaen_US
dc.subjectTimur Tengahen_US
dc.subjectKeamananen_US
dc.subjectKrisisen_US
dc.titleUpaya Sekuritisasi Polandia Terhadap Pencari Suaka Asal Timur Tengah Pada Tahun 2015-2018en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323165


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record