Show simple item record

dc.contributor.authorHalim, Abdul
dc.date.accessioned2026-04-15T01:46:06Z
dc.date.available2026-04-15T01:46:06Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/61515
dc.description.abstractMAN 2 Brebes di Bumiayu adalah salah satu lembaga pendidikan Islam yang dikelola oleh Departemen Agama bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional sebagai subsistem pendidikan nasional dalam rangka menampung siswa-siswi lulusan SMP/MTs yang hendak ingin melanjutkan di MAN. Hal ini merupakan kepedulian semua pihak terutama pemerintah dalam upaya meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa melalui lembaga pendidikan Islam sesuai dengan visi dan misi serta tujuan yang hendak dicapai. Visi dan misi MAN 2 Brebes tidak terpisahkan dari tugas kekhalifahan manusia, dalam rangka membangun kehidupan dunia yang makmur, demokrasi, adil, dinamis, harmonis, lestari, taat hukum, yang didasarkan pada nilai-nilai agama Islam, sedangkan tujuan yang hendak dicapai yaitu membangun manusia dan masyarakat secara utuh dan menyeluruh dalam semua aspek kehidupan yang dapat membawa perubahan pada kehidupan berbudaya dan peradaban dalam memperoleh kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Dalam menghadapi tantangan dan imej masyarakat yang kurang baik, MAN 2 Brebes melaksanakan kurikulum yang mengacu kepada kurikulum pendidikan nasional dan kurikulum pendidikan Islam, dimana kurikulum pendidikan Islam lebih bersifat problematik, strategis, antipatif dan aplikatif untuk memecahkan problem-problem yang dihadapi umat manusia. Kurikulum pendidikan Islam diorientasikan dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik masa kini, masa akan datang yang berkorelasi dengan pembangunan sosial, kesejahteraan masyarakat, budaya dengan konteks global, teknologi informasi. Program kurikulum pendidikan Islam, perlu diorientasikan pada learning competency (competency knowledge, skill, ability, dan sosial-kultural), relevan dengan kebutuhan otonomi daerah dan bersifat lentur serta adaptif terhadap perubahan. Metodologi pendidikan Islam dalam proses belajar mengajar harus menggunakan learning based, student learning dan bukan teaching learning dan diorientasi pada cara mengaktifkan peserta didik, cara untuk menemukan, cara memecahkan masalah dengan menggunakan paradigma holistik, rasional, partisipatori dengan pendekatan empirik deduktif yang akan menjadi kunci pengembangan peserta didik untuk dapat menghasilkan peserta didik yang berkualitas, kreatif, inovatif, yang mampu menerjemahkan agama dalam perilaku sosial di tengah kehidupan masyarakat global menuju masyarakat madani (civil society). Dalam manajemen MAN 2 Brebes menggunakan manajemen sumber daya manusia yang mengacu terhadap Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)/School-Based Management, desentralisasi dan otonomi sekolah dengan melibatkan orang tua peserta didik, masyarakat dan pengguna lulusan secara aktif dalam pengelolaan pendidikan. Dilaksanakan secara efektif dan efisien dengan menuntut perencanaan dan langkah-langkah yang sistematis, operasional, pengawasan dan pengendalian secara profesional, dilakukan secara terpadu dan terintegrasi dalam sistem pengelolaan kegiatan manajemen pendidikan Islam. MAN 2 Brebes dalam pengembangan tengah mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas yang dilandasi dengan nilai-nilai Ilahiyah, kemanusiaan (insaniyah), masyarakat, lingkungan dan berbudaya. Dari kerangka pemikiran ini, maka MAN 2 Brebes harus mengembangkan pendidikan yang integralistik, humanistik, pragmatis, dan berakar pada budaya. Konsep pendidikan yang integralistik, secara utuh berorientasi pada nilai-nilai Ketuhanan (Rabbaniyah-Ilahiah), nilai-nilai kemanusiaan (insaniyah) dan alam (alamiyah) pada umumnya sebagai suatu yang integralistik bagi perwujudan kehidupan rahmatan lil 'alamin. Konsep pendidikan humanistik, pendidikan yang berorientasi dan memandang manusia sebagai manusia (humanisasi) dengan menghargai hak-hak asasi manusia, hak untuk menyuarakan pendapat, mengembangkan potensi berpikir, berkemauan dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Konsep pendidikan pragmatis, memandang manusia sebagai makhluk fungsional yang perlu melangsungkan, mempertahankan, mengembangkan hidupnya baik secara jasmani maupun rohani serta mewujudkan manusia yang sadar akan kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan memiliki kepekaan terhadap masalah-masalah kemanusiaan. Konsep pendidikan berakar pada budaya, dapat mewujudkan manusia yang memahami eksistensinya dengan memiliki kepribadian yang unggul, harga diri, percaya pada kemampuan sendiri, membangun budaya berdasarkan budaya sendiri yang didasarkan pada nilai-nilai Ilahiyah. Dari kerangka ini, maka kompetensi nilai-nilai Ilahiyah, knowledge, skill, ability, sosial-kultural dan secara operasional dapat terintegrasi dengan masyarakatnya, lingkungan sosial-kultural, dan selalu menerima dan ikut serta melakukan perubahan. Dengan pengembangan MAN 2 Brebes melalui berbagai upaya yang dilakukan akan dapat meningkatkan prestasi dan membawa perubahan sehingga menjadi MAN yang unggul dan dapat bersaing dengan sekolah/madrasah yang lain.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectManajemenen_US
dc.subjectSumber Daya Manusiaen_US
dc.subjectEtos Kerjaen_US
dc.titleManajemen Sumber Daya Manusia dan Etos Kerja MAN 2 Brebes di Bumiayuen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM03913038


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record