Self Compassion dengan Homesickness Pada Mahasiswa yang Telah Merantau Lebih dari 1 Tahun
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self-compassion dan
homesickness pada mahasiswa rantau. Subjek penelitian sebanyak 202 mahasiswa
berusia 18–25 tahun (170 perempuan, 32 laki-laki) yang telah tinggal minimal
satu tahun di perantauan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional
dengan instrumen Self-Compassion Scale (Neff, 2003) dan Homesickness
Questionnaire (Thurber & Walton, 2012). Analisis korelasi Spearman
menunjukkan hubungan negatif signifikan antara self-compassion dan
homesickness (ρ = -0,492; p < 0,001), yang berarti semakin tinggi self-
compassion maka semakin rendah homesickness. Uji beda menunjukkan
perempuan mengalami homesickness lebih tinggi, sedangkan laki-laki memiliki
self-compassion lebih tinggi, sementara tidak ada perbedaan berdasarkan angkatan
maupun asal daerah. Temuan ini menegaskan peran self-compassion sebagai
faktor protektif yang membantu mahasiswa rantau beradaptasi dengan lingkungan
baru. Implikasi penelitian menekankan pentingnya pengembangan intervensi
berbasis self-compassion di perguruan tinggi, dengan keterbatasan pada
penggunaan kuesioner daring dan cakupan sampel yang terbatas.
Collections
- Psychology [240]
