Perancangan Mitigasi Risiko Dalam Distribusi Obat di Tingkat Pedagang Besar Farmasi dengan Metode Failure Mode And Effect Analysis (Fmea) dan Poka Yoke
Abstract
Pedagang Besar Farmasi (PBF) adalah perusahaan yang memiliki izin untuk
pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran obat dalam jumlah besar sesuai
dengan peraturan. PBF berperan penting dalam stabilitas rantai pasok yang
mempengaruhi keselamatan pasien dan keberlanjutan pelayanan kesehatan. PT
Pharmex Lestari Jaya, salah satu PBF di Indonesia, menghadapi berbagai risiko
operasional seperti kesalahan dalam mengambil jenis dan jumlah obat untuk
pengiriman, keterlambatan pengiriman, kesulitan mencari barang, kegagalan
penjualan akibat barang sudah expired, dan lain sebagainya. Penelitian ini
bertujuan merancang mitigasi risiko di PT Pharmex Lestari Jaya dengan metode
FMEA dan Poka Yoke untuk mencegah kegagalan dalam proses operasional
yang merugikan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24
risiko teridentifikasi, risiko terbesar adalah barang salah tempat penyimpanan
(R7) dan kesalahan dalam mengambil jenis dan jumlah barang untuk
pengiriman ke customer (R17) dengan nilai RPN 80. Sedangkan risiko terkecil
adalah dokumen pengiriman tidak lengkap (R22) dengan nilai RPN 4. Melalui
analisis pareto, diperoleh 10 risiko prioritas yang menjadi fokus utama untuk
dilakukan mitigasi risiko. Mitigasi risiko dengan konsep poka yoke yang
diusulkan berupa mendigitalisasi alur kerja gudang melalui aplikasi manajemen
gudang yang terintegrasi dengan sistem barcode. Aplikasi ini meminimalisir
kesalahan manusia atau pekerja dalam melakukan kegiatan operasional yang
sebelumnya dilakukan dengan cara manual dengan memverifikasi setiap barang
yang dipindai, memastikan kesesuaian data, lokasi, dan jumlah. Jika terjadi
kesalahan, aplikasi akan memberikan peringatan dan menahan proses hingga
kesalahan diperbaiki, sehingga tidak hanya meningkatkan efisiensi dalam
kegiatan operasional perusahaan tetapi juga sebagai pencegah kesalahan (error
proofing).
