Show simple item record

dc.contributor.authorPerwiranto, Djohan
dc.date.accessioned2026-04-13T04:08:36Z
dc.date.available2026-04-13T04:08:36Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/61445
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu fenomena riil bahwa "Tradisi Syuran" di Kabupaten Pacitan telah menjadi bagian dalam sistem budaya tradisi masyarakat. Tradisi Syuran merupakan tradisi atau adat-istiadat dimana masyarakat dalam menyongsong atau menyambut datangnya malam tanggal 1 Syuro sebagai Tahun Baru dalam Kalender Jawa, yang kemudian karena pengaruh budaya Islam menjadi malam tanggal 1 Muharram sebagai Tahun Baru kalender Islam (Tahun Hijriah). Tradisi Syuran dilakukan dalam bentuk upacara adat setempat dengan mengeluarkan sedekah (sodaqoh) atau sesaji selamatan atau kenduri dan do'a bersama. Kenduri atau sesaji dilakukan pada sore hari dan malam harinya dilanjutkan pagelaran wayang kulit serta sesaji ruwatan menjelang fajar. Pada saat pagelaran wayang kulit ini dan atau hiburan lain orang berbondong-bondong dari segala penjuru menuju lokasi sentra Tradisi Syuran yakni di Pantai Teleng Ria, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan Propinsi Jawa Timur. Tradisi Syuran sudah dilakukan sejak nenek moyang hingga sekarang secara turun temurun, sehingga sekarang ini telah menjadi budaya tradisi dan menjadi ciri khas obyek wisata religi di Kabupaten Pacitan. Adapun tujuan penelitian diharapkan untuk mengetahui peranan dan pengaruh persepsi nilai budaya Islam dalam sikap masyarakat terhadap Tradisi Syuran di Kabupaten Pacitan khususnya di Teleng Ria. Nilai budaya Islam berarti sesuatu yang dianggap baik dan benar berdasarkan ajaran agama Islam, sehingga dapat menyebabkan orang mengambil sikap tertentu dalam memandang nilai-nilai Tradisi Syuran. Nilai budaya Islam yang ditemukan dalam Tradisi Syuran antara lain kebersamaan, sodaqoh, silaturahmi, persaudaraan, kemanfaatan serta nilai-nilai ketauhidan dan lain sebagainya. Sampel responden dalam penelitian ini adalah penduduk sekitar Teluk Pacitan yang pada umumnya komunitas nelayan dan berstatus keluarga (Kepala Keluarga) berpenghasilan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode area sampling dan random sampling sederhana dipadukan dengan purposive sampling, sehingga hasilnya diharapkan dapat mewakili daerah Kabupaten Pacitan keseluruhan. Analisis yang dilakukan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif untuk meneliti sejauh mana pengaruh dan peranan nilai budaya Islami dalam Tradisi Syuran di Kabupaten Pacitan. Dari analisis ini selanjutnya menyimpulkan bahwa ada pengaruh dan peran positif nilai budaya Islami dalam sikap masyarakat terhadap Tradisi Syuran di Kabupaten Pacitan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectNilaien_US
dc.subjectBudaya Islamien_US
dc.subjectTradisien_US
dc.titlePeranan Nilai Budaya Islami dalam Membangun Obyek dan Daya Tarik Wisata Religi di Kabupaten Pacitanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM06913240


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record