• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Efek Pemberian Bawang Putih Tunggal (Allium Sativum) dan Simvastatin Terhadap Jumlah Sel Leydig Testis Tikus Galur Wistar (Rattus Norvegicus) yang diinduksi Diet Tinggi Lemak

    Thumbnail
    View/Open
    22711082.pdf (4.766Mb)
    Date
    2025
    Author
    Berliana, Diandra
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Diet tinggi lemak dapat menyebabkan dislipidemia. Dislipidemia dan terapinya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap reproduksi laki-laki. Maka terapi alternatif untuk mengatasi efek samping dislipidemia dan obatnya perlu dikembangkan salah satunya menggunakan bawang putih tunggal yang merupakan umbi afrodisiaka. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh bawang putih tunggal dan simvastatin terhadap jumlah sel Leydig tikus wistar yang diinduksi DTL. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental murni dengan desain posttest only randomized control group design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 16 tikus yang terbagi dalam 4 kelompok. Kelompok kontrol negatif (K-) hanya diinduksi DTL, kelompok kontrol positif (K+) diinduksi DTL dan diintervensi simvastatin, kelompok perlakuan 1 (P1) diinduksi DTL dan diintervensi ekstrak bawang putih tunggal, kelompok perlakuan 2 (P2) diinduksi DTL dan diintervensi kombinasi ekstrak bawang putih tunggal dan simvastatin. Induksi DTL diberikan sebanyak 1 ml/100 gBB selama 28 hari sedangkan intervensi dilakukan selama 14 hari dengan dosis simvastatin yaitu 0,9 ml/100 gBB dan ekstrak bawang putih tunggal yaitu 1 ml/100 gBB. Jumlah rerata sel Leydig pada setiap kelompok kemudian diuji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk dan diuji nonparametrik menggunakan Kruskal-Wallis. Hasil: Median jumlah sel Leydig kelompok K-, K+, P1, dan P2 berturut-turut adalah 11,00 (IQR 8,00-15,50), 10,50 (IQR 8,00-13,50), 12,00 (IQR 10,50-14,00),dan 10,00 (IQR 7,00-15,50). Uji Shapiro-Wilk menunjukan distribusi data tidak normal dan hasil uji nonparametrik Kruskal-Wallis menunjukan p = 0,500. Kesimpulan: Tidak didapatkan perbedaan rerata jumlah sel Leydig yang signifikan pada testis tikus galur wistar yang diinduksi DTL antara kelompok tanpa intervensi dan dengan intervensi.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/61437
    Collections
    • Medical Education [2782]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV