Haenyeo Sebagai Agen Pemberdayaan Perempuan Studi Kasus Masyarakat Jeju
Abstract
Pemberdayaan perempuan dalam komunitas haenyeo di Pulau Jeju merupakan
fenomena sosial yang kompleks yang mencakup dinamika ekonomi, budaya, dan
relasional. Penelitian ini menganalisis pemberdayaan perempuan haenyeo dengan
menggunakan kerangka teori pemberdayaan Jo Rowlands yang terdiri dari tiga
dimensi: personal empowerment, collective empowerment, dan empowerment
within close relationships. Ketiga dimensi tersebut digunakan untuk memahami
bagaimana para haenyeo membangun kekuatan pribadi, memperkuat solidaritas
komunitas, serta menegosiasikan relasi kuasa di dalam hubungan dekat seperti
keluarga dan pernikahan. Melalui analisis literatur, studi kasus, dan data empiris
mengenai kehidupan haenyeo, penelitian ini menemukan bahwa pemberdayaan
haenyeo berkembang melalui kombinasi antara kemandirian ekonomi, struktur
komunitas yang egaliter, dan perlawanan terhadap norma patriarki yang telah
mengakar. Namun demikian, hambatan seperti beban kerja ganda, kontrol
laki-laki atas pendapatan, kekerasan domestik berbasis alkohol, serta tuntutan
budaya tetap membatasi pemberdayaan penuh dalam hubungan dekat. Dengan
demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan haenyeo merupakan
proses bertahap yang bergantung pada interaksi antara kekuatan internal
perempuan, dukungan kolektif komunitas, dan transformasi relasi gender dalam
ruang domestik.
Collections
- International Relations [914]
