Gambaran Resep di Apotek Unisia Murangan
Abstract
Latar belakang: Di Indonesia, masalah ketidaklengkapan resep masih banyak
dijumpai. Mayoritas terjadi baik di rumah sakit maupun di apotek, dengan angka
kejadian yang bervariasi. Selain itu, faktor yang terjadi dari ketidaklengkapan resep
karena sumber daya manusia yang masih terbatas dengan menggunakan sistem
manual. Beberapa studi di berbagai daerah melaporkan ketidaklengkapan
administratif berkisar 16–20% serta ketidaklengkapan farmasetik sekitar 20–23%.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelengkapan resep di
Apotek Unisia Murangan berdasarkan skrining kajian administratif, kesesuaian
farmasetis, dan gambaran resep berdasarkan spesialisasi dokter penulis.
Metode: Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif observasional. Resep yang
diambil seluruh resep baik dari rumah sakit maupun klinik yang diterima pada bulan
Januari 2021 - Desember 2024. Data dikumpulkan dalam bentuk lembar
pengumpulan data dengan menganalisis terkait kelengkapan administratif,
kesesuaian farmasetis, serta spesialisasi dokter yang meresepkan.
Hasil: Pada kelengkapan administratif tahun 2021 mendapatkan rata-rata
persentase 79%, kemudian terjadi sedikit penurunan di tahun 2022 dengan 77%,
lalu tahun 2023 kembali meningkat menjadi 79%. Namun, pada tahun 2024
menurun kembali menjadi 78%. Untuk kesesuaian farmasetis mendapatkan hasil
yang sempurna yaitu dari tahun 2021-2024 dengan hasil 100%. Dalam kategori
spesialisasi dokter yang tertinggi pada tahun 2021-2024 yaitu dokter umum,
kemudian disusul oleh spesialis Kulit dan Kelamin (Sp.KK), Spesialis Anak (Sp.A),
Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD), dan Spesialis Obsetri-ginekologi (Sp.Og).
Kesimpulan: Kelengkapan administratif resep sudah baik, namun masih kurang
pada berat badan pasien dan paraf dokter. Dari sisi farmasetis, secara keseluruhan
sudah sesuai, serta variasi spesialisasi dokter memengaruhi pola peresepan.
Collections
- Pharmacy [1834]
