| dc.description.abstract | Pemanfaatan limbah pertanian seperti sekam bakar padi (SBP) merupakan upaya alternatif
dalam mendukung material bangunan ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan
terhadap pasir sebagai agregat halus. Bata ringan tipe CLC (Cellular Lightweight Concrete) banyak
digunakan sebagai bahan bangunan karena bobotnya yang lebih ringan, namun tetap memerlukan
komposisi yang tepat agar memiliki kekuatan dan daya serap air yang memenuhi standar. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sekam bakar padi sebagai pengganti
sebagian agregat halus terhadap sifat fisik dan mekanik bata ringan, yang meliputi kuat tekan, berat
volume, dan daya serap air, serta menentukan komposisi campuran yang paling optimal.
Metode penelitian dilakukan dengan membuat benda uji berukuran 10 × 20 × 60 cm
menggunakan variasi penggantian pasir oleh sekam bakar padi sebesar 5%, 6%, 7%, dan 8% dari
total berat agregat halus. Benda uji dikeringkan pada suhu ruang selama 28 hari sebelum dilakukan
pengujian kuat tekan, berat volume, dan daya serap air sesuai standar SNI yang berlaku.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan sekam bakar padi berpengaruh terhadap
karakteristik bata ringan. Bata normal (0% SBP) menghasilkan berat volume 1351,58 kg/m3, kuat
tekan 2,40 MPa, dan daya serap air 7,22%. Variasi 5% SBP memberikan hasil yang masih memenuhi
standar dengan berat volume 1042,25 kg/m3, kuat tekan 2,06 MPa, dan daya serap air 7,47%. Pada
variasi 6% hingga 8%, terjadi penurunan kuat tekan dan berat volume serta peningkatan daya serap
air. Seluruh nilai berat volume masih berada dalam rentang SNI 8640:2018 (400–1400 kg/m3), dan
daya serap air hingga variasi 7% masih memenuhi batas SNI 03-0349-1989 (≤25%). Secara
keseluruhan, peningkatan kadar SBP menyebabkan peningkatan porositas sehingga menurunkan
kekuatan namun meringankan bobot bata, dengan komposisi 5% SBP menjadi variasi paling
optimal. | en_US |