Pengaruh Motivasi dan Prestasi Belajar Mata Kuliah Tasawuf terhadap Pengamalan Tarîqut Qüdiriyyah wan Naqsyabandiyyah (di Lingkungan IAILM Suryalaya Tasikmalaya)
Abstract
Persoalan yang akan diteliti adalah sebagai berikut : 1) Bagaimana motivasi belajar mahasiswa untuk mata kuliah tasawuf ?, 2) Bagaimana prestasi belajar mahasiswa untuk mata kuliah tasawuf ?, 3) Bagaimana pengamalan TON mahasiswa IAILM Suryalaya ?, 4) Bagaimana pengaruh motivasi dan prestasi belajar mahasiswa untuk mata kuliah tasawuf terhadap pengamalan TON? Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui motivasi mahasiswa IAILM dalam belajar mata kuliah tasawuf. 2) Untuk mengetahui prestasi belajar mahasiswa JAILM dalam mata kuliah tasawuf. 3) Untuk mengetahui pengamalan TON oleh mahasiswa IAILM Suryalaya. 4) Untuk mengetahui pengaruh motivasi dan prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah tasawuf terhadap pengamalan ΤΩΝ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa IAILM Suryalaya. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Multiple stage sample dengan menggunakan rumus proportional probability. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan dokumentasi untuk prestasi belajar mata kuliah tasawuf, angket untuk motivasi belajar mata kuliah tasawuf dan pengamalan TON. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistika non parametrik, khususnya koefisien korelasi rank (peringkat) spearmen (r). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh dari motivasi belajar mata kuliah tasawuf terhadap pengamalan TON dapat diterima dengan thing sebesar 5,41 sedangkan frabel adalah 1,665, dengan demikian maka H, diterima dan H, di tolak. Dengan korelasi antara motivasi belajar mata kuliah tasawuf terhadap pengamalan TON berada pada klasifikasi cukup (0,50) setelah uji signifikansi, ternyata tingkat signifikannya tergolong cukup. Sedangkan hipotesis adanya pengaruh prestasi belajar mata kuliah tasawuf terhadap pengamalan TQN dapat diterima juga dengan thing sebesar 5,69 sedangkan tabel adalah 1,665, dengan demikian maka H, diterima dan H, di tolak. Jadi korelasi antara motivasi belajar mata kuliah tasawuf dan pengamalan TQN berada pada klasifikasi cukup (0,45) setelah uji signifikansi, ternyata tingkat signifikannya tergolong cukup. Bagi ilmu pendidikan diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar mahasiswa khususnya dalam mata kuliah tasawuf umumnya untuk seluruh mata kuliah dan dapat meningkatkan pengamalan TQN dan bagi ilmu tasawuf diharapkan dapat menjadi sumbangan pemikiran tentang amalan TON yang dilakukan oleh mahasiswa IAILM Suryalaya.
Collections
- Master of Islamic Studies [1637]
