Pra Rancangan Pabrik Metanol dari H2 dan CO2 dengan Reaksi Hidrogenasi
Abstract
Pra-rancangan pabrik metanol ini bertujuan untuk memanfaatkan gas
karbon dioksida (CO2) dan gas hidrogen (H2) sebagai bahan baku dalam proses
hidrogenasi untuk menghasilkan metanol dengan kapasitas 57.000 ton per tahun.
Pabrik direncanakan akan didirikan di Bontang, Kalimantan Timur, karena daerah
tersebut memiliki ketersediaan bahan baku yang melimpah dan berdekatan dengan
sumber CO2 dari industri sekitar. Pendirian pabrik ini diharapkan dapat memenuhi
kebutuhan metanol dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, serta
menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Proses produksi metanol
meliputi tiga tahap utama, yaitu persiapan bahan baku, reaksi sintesis metanol
melalui hidrogenasi CO2 dengan katalis Cu/ZnO/Al2O3, serta tahap pemisahan dan
pemurnian produk menggunakan unit distilasi. Reaksi berlangsung pada suhu
operasi sekitar 220°C dan tekanan 69 bar, menghasilkan metanol dengan kemurnian
tinggi yang disimpan dalam fasa cair pada tangki penyimpanan. Berdasarkan hasil
evaluasi ekonomi, diperoleh beberapa parameter kelayakan yang menunjukkan
bahwa proyek ini layak untuk direalisasikan. Nilai Return on Investment (ROI)
sebesar 26,53% sebelum pajak dan 25,20% setelah pajak, sedangkan Pay Out Time
(POT) tercatat 2,74 tahun sebelum pajak dan 2,84 tahun setelah pajak. Nilai Break
Even Point (BEP) sebesar 46,86%, Shut Down Point (SDP) sebesar 22,83%, serta
Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR) sebesar 26,04%. Berdasarkan
kriteria kelayakan industri kimia, hasil ini menunjukkan bahwa pendirian pabrik
metanol dari CO2 dan H2 dengan kapasitas 57.000 ton per tahun layak secara teknis
dan ekonomis, serta memiliki prospek positif dari aspek lingkungan.
Collections
- Chemical Engineering [1336]
